Jumat, 28 Februari 2025
PADUSAN: Dari Sungai ke Kolam Renang, Tradisi Menyucikan Diri Menjelang Ramadhan
Selasa, 04 Februari 2025
Apresiasi itu Wajib: Pentingnya Memberi Penghargaan kepada Guru
1. Meningkatkan Motivasi dan Semangat Kerja
Pemberian penghargaan kepada guru dapat menjadi sumber
motivasi yang besar. Ketika guru merasa dihargai atas usaha dan dedikasinya,
mereka akan lebih termotivasi untuk terus meningkatkan kualitas pembelajarannya.
Penghargaan bisa datang dalam berbagai bentuk, mulai dari ucapan terima kasih
sederhana hingga penghargaan resmi seperti sertifikat atau piagam. Semua bentuk
apresiasi ini dapat membuat guru merasa diakui dan dihargai, yang pada
gilirannya akan meningkatkan semangat kerja mereka.
2. Menciptakan Lingkungan Belajar yang Positif
Apresiasi terhadap guru juga berkontribusi pada terciptanya
lingkungan belajar yang positif. Ketika guru merasa dihargai, mereka akan lebih
bersemangat dalam mengajar dan lebih peduli terhadap perkembangan siswa. Hal
ini menciptakan suasana kelas yang lebih kondusif, di mana siswa merasa nyaman
untuk belajar dan berinteraksi. Lingkungan belajar yang positif sangat penting
untuk mendukung proses pembelajaran yang efektif.
3. Mendorong Inovasi dalam Pembelajaran
Penghargaan juga dapat mendorong guru untuk berinovasi dalam
metode pengajaran mereka. Dengan adanya pengakuan atas usaha mereka, guru akan
lebih berani mencoba pendekatan baru dan kreatif dalam mengajar. Inovasi ini
tidak hanya bermanfaat bagi guru itu sendiri tetapi juga bagi siswa, yang
mendapatkan pengalaman belajar yang lebih menarik dan bermanfaat.
4. Menjadi Teladan bagi Siswa
Ketika guru mendapatkan penghargaan, hal ini juga memberikan
contoh yang baik bagi siswa. Siswa akan belajar bahwa kerja keras dan dedikasi
akan dihargai, sehingga mereka terdorong untuk melakukan hal yang sama dalam
belajarnya. Apresiasi dapat menanamkan nilai-nilai positif seperti disiplin,
tanggung jawab, dan kerja keras pada generasi muda.
5. Menghargai Peran Guru dalam Masyarakat
Memberikan penghargaan kepada guru juga merupakan bentuk
pengakuan terhadap peran penting mereka dalam masyarakat. Guru adalah pilar
pendidikan yang membantu membentuk masa depan bangsa. Dengan menghargai
jasa-jasa mereka, kita turut serta dalam menghormati profesi pendidik dan
tenaga kependidikan, dan menunjukkan bahwa kita menghargai kontribusi mereka
terhadap pembangunan sumber daya manusia.
Memberikan apresiasi atau penghargaan kepada guru bukanlah
sekadar formalitas, tetapi merupakan kebutuhan yang harus dipenuhi dalam dunia
pendidikan. Dengan menghargai dedikasi dan kerja keras para pendidik dan tenaga kependidikan,
kita tidak hanya meningkatkan motivasi mereka tetapi juga menciptakan
lingkungan belajar yang lebih baik bagi siswa.
Apresiasi itu wajib, karena tanpa pengakuan atas usaha
mereka, kita mungkin akan kehilangan
semangat para pendidik dan
tenaga kependidikan yang telah berjuang keras untuk mencerdaskan
generasi penerus bangsa. Mari kita bersama-sama memberikan apresiasi kepada
para guru dan tenaga
kependidikan sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasa mereka! (Makruf S Marmah)
Sabtu, 01 Februari 2025
Rapat Kerja K3S Kecamatan Kajoran: Sinergi Meningkat, Prestasi Melesat
“Rapat
kerja tersebut
bertujuan untuk mengevaluasi kinerja tahun lalu serta merumuskan rencana kerja
untuk satu tahun ke depan”, demikian yang disampaikan
Nasokhah, S.Pd. selaku Ketua K3S dalam sambutannya. Sementara itu, Korwil
Disdikbud dalam sambutan dan pengarahannya menekankan pentingnya sinergi, kolaborasi, dan inovasi dalam meningkatkan kualitas
pendidikan.
Dalam rapat yang terbagi menjadi empat komisi
tersebut, pada intinya adalah penyampaian laporan tentang pencapaian dan tantangan yang
dihadapi selama satu
tahun sebelumnya. Komisi A yang membidangi kurikulum yang diwakili oleh
oleh Tri Gunarsih, S.Pd. melaporkan, bahwa
penyusunan dokumen KSP meskipun sudah selesai semuanya, namun tenggat waktu
yang telah disepakati untuk pengumpulan dokumen tersebut masih belum dapat ditepati.
Sehingga hal ini menjadi catatan tersendiri agar dapat menjaga komitmen untuk
tahun berikutnya.
Dari hasil pemaparan empat komisi, rata-rata masih
meninggalkan beberapa catatan yang harus diperbaiki/tingkatkan. Namun dari
komisi yang membidangi masalah prestasi siswa, untuk tahun kemarin sempat menorehkan
catatan yang membanggakan, yaitu ananda Wida Afifa Choirunnisa dari SDN
Sukomulyo mampu berbicara di level nasional, khususnya dalam cabang kriya di
gelaran FLS2N dan berhasil meraih juara harapan 1 tingkat nasional.
Setelah selesai
pemaparan/evaluasi dari setiap komisi, masing-masing
komisi melanjutkan untuk merancang rencana kerja untuk satu tahun ke depan. Rencana tersebut mencakup peningkatan
kompetensi guru dan tenaga kependidikan, prestasi siswa, pengembangan
program baru, serta kerjasama
antar lembaga guna
meningkatkan partisipasi masyarakat dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan.
Rapat kerja
yang berlangsung dari pagi sampai sore tersebut ditutup dengan harapan bahwa hasil dari rapat
kerja tersebut dapat
meningkatkan sinergi antar pemangku kepentingani dan menghasilkan program yang lebih bermakna untuk
mendukung proses belajar mengajar di sekolah. (Makruf S
Marmah)
Senin, 18 November 2024
FTP 2024: Apresiasi bagi Guru dan Tenaga Kependidikan yang Mau & Mampu Keluar dari Zona Nyaman
Festival Transformasi Pendidikan (FTP) 2024 yang berlangsung di Stadion Manahan Solo, pada tanggal 15 November 2024, menjadi momen berharga bagi para guru dan tenaga kependidikan di Jawa Tengah. Acara tersebut diselenggarakan oleh Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) dan dihadiri oleh sekitar 16.000 peserta, termasuk Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Atip Latipulhayat, SH., MH., Ph.D.
Festival tersebut bertujuan untuk memberikan apresiasi kepada
para pendidik yang telah menunjukkan dedikasi dan inovasinya dalam
mengimplementasikan kebijakan Merdeka Belajar. Dalam sambutannya, Prof. Atip Latipulhayat menekankan pentingnya guru yang berkualitas sebagai syarat untuk menciptakan
pendidikan yang bermutu. Beliau juga mengumumkan beberapa langkah strategis dari
Kementerian Pendidikan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kompetensi guru,
termasuk pengurangan beban administratif yang selama ini menjadi kendala.
Gelaran tersebut tidak hanya berfungsi sebagai ajang penghargaan,
tetapi juga sebagai platform untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman. Berbagai
kegiatan seperti workshop, seminar, dan pameran karya siswa dari 35
kabupaten/kota di Jawa Tengah turut meramaikan festival tersebut. Kepala BBGP Jawa
Tengah, Darmadi, menyatakan bahwa festival ini merupakan bagian dari perayaan
Hari Guru Nasional yang jatuh pada tanggal 25 November mendatang.
Dengan tema "Guru Hebat Wujudkan Generasi Emas"
festival ini menjadi inspirasi bagi para pendidik untuk terus berinovasi dan
keluar dari zona nyaman mereka demi menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih
baik. Melalui kegiatan ini, diharapkan para guru dapat terus berkembang dan
memberikan kontribusi positif bagi masa depan pendidikan Indonesia. (Makruf S Marmah)
Rabu, 28 Agustus 2024
Pelantikan Mabiran dan Kwarran Gerakan Pramuka Kecamatan Kajoran Masa Bakti 2024/2027
Bertempat di
Gedung PGRI Cabang Kajoran,
Rabu (28/8), telah dilaksanakan pelantikan pengurus Majelis Pembimbing Ranting
(Mabiran) dan Kwartir Ranting (Kwaran) Gerakan Pramuka Kecamatan Kajoran Periode 2024-2027. Acara tersebut dihadiri oleh Ketua Kwartir
Cabang (Kwarcab) Kabupaten Magelang Drs. H.Eko Triyono, Camat Kajoran, Kapolsek
Kajoran, Danramil Kajoran, Korwil Disdikbud Kec.Kajoran, Kepala Puskesmas Kajoran serta segenap pengurus Pramuka di wilayah
Kecamatan Kajoran.
Prosesi Pelantikan tersebut diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya & Hymne Pramuka. Dalam sambutannya, Ketua Kwarcab Kabupaten Magelang menyampaikan pentingnya peran Mabiran dan Kwaran dalam membina dan
mengembangkan potensi generasi muda di Kecamatan Kajoran melalui kegiatan
Pramuka yang kreatif, inovatif, dan berwawasan kebangsaan.
Dalam prosesi
pelantikan pengurus Mabiran dan Kwaran Gerakan
Pramuka Kecamatan Kajoran Masa Bakti 2024/2027 tersebut ditandai dengan pembacaan ikrar dan
penandatanganan naskah pelantikan. Para pengurus yang dilantik terdiri dari
berbagai elemen masyarakat, termasuk unsur pemerintah, tokoh pendidikan, dan
tokoh masyarakat yang memiliki komitmen kuat dalam mendukung kegiatan Pramuka.
Dalam
sambutannya, Camat Kajoran (R.Triyoga Budi Suryono, S.Sos., MM) selaku Ketua Mabiran yang baru dilantik menyatakan
kesiapannya untuk bekerja sama dengan seluruh jajaran pengurus dan anggota
Pramuka di Kecamatan Kajoran. Beliau menekankan pentingnya sinergi antara Mabiran,
Kwaran, dan Kwarcab untuk
mencapai tujuan pembinaan karakter yang diharapkan khususnya
di Kecamatan Kajoran.
Sementara itu, Makmuriyah, S.Pd. (Kepala Sekolah SDN Mangunrejo) selaku
Ketua Kwaran yang baru, dalam sambutannya juga menekankan pentingnya sinergi
dan kolaborasi dari semua stake holder terkait, terutama dukungan dan kerjasama
dari jajaran pengurus dan segenap Kamabigus yang ada di setiap pangkalan/sekolah. Di akhir acara, para tamu undangan melakukan sesi foto bersama dan memberikan ucapan selamat kepada pengurus yang baru
dilantik.
Dengan pelantikan tersebut, diharapkan Gerakan Pramuka di Kecamatan Kajoran akan semakin aktif dan berkembang, serta mampu menjadi wadah pembinaan generasi muda yang tangguh, kreatif, dan berkarakter Pancasila. (Ma'ruf S Marmah)
Kamis, 15 Agustus 2024
Harmony in Diversity: Memaknai Peringatan HUT ke-79 RI
Seperti kita ketahui, Indonesia dikenal sebagai bangsa yang memiliki beragam suku, agama, budaya,
dan bahasa. Keberagaman ini merupakan kekayaan yang menjadi kekuatan bagi
bangsa kita. Dalam semangat HUT ke-79 RI, masyarakat Kecamatan Kajoran
menggelar berbagai kegiatan yang mencerminkan kebhinekaan sekaligus meneguhkan
persatuan. Mulai dari Upacara Bendera yang diikuti oleh berbagai elemen
masyarakat, hingga gelar Seni Tradisional, Senam Sehat, Jalan Sehat, dan juga Lomba Yel-Yel antar pemerintah
desa, lembaga, dinas/instansi, serta penampilan Live Music Kemerdekaan oleh Band PGRI Kajoran.
Kebersamaan yang terlihat dalam perayaan tersebut menunjukkan bahwa meskipun
berbeda-beda, masyarakat Kecamatan Kajoran mampu hidup berdampingan dengan
harmonis. Mereka saling menghargai perbedaan, menjunjung tinggi toleransi, dan
bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama, yaitu kemajuan bangsa dan
kesejahteraan bersama.
Semangat gotong royong dan persaudaraan yang tercermin dalam perayaan HUT RI
ini adalah bukti nyata bahwa harmoni dalam keberagaman bukan sekadar slogan,
melainkan sebuah realitas yang
harus terus dipupuk dan dijaga oleh masyarakat. Semoga peringatan HUT ke-79 RI ini semakin memperkokoh rasa persatuan dan kesatuan di Kecamatan Kajoran,
serta menjadi inspirasi bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk terus menjaga
dan merawat kebhinekaan demi masa depan yang lebih baik.
Dengan semangat kemerdekaan, mari kita jadikan harmoni dalam keberagaman
sebagai fondasi kuat dalam membangun Indonesia yang lebih maju dan berdaulat.
Dirgahayu Republik Indonesia! (Ma’ruf
S Marmah)
Kamis, 25 Juli 2024
REVITALISASI BAHASA JAWA: Upaya Melestarikan Warisan Budaya Nusantara
Di tengah arus globalisasi dan modernisasi yang terus berkembang, keberadaan bahasa daerah di Indonesia, termasuk Bahasa Jawa, semakin terancam. Upaya untuk revitalisasi Bahasa Jawa pun telah menjadi sorotan penting dalam melestarikan warisan budaya nusantara yang kaya ini. Di era teknologi moderen sekarang ini, dominasi media massa dalam penggunaan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, menjadi tantangan tersendiri dalam memperkuat posisi Bahasa Jawa di masyarakat.
Bahasa Jawa, dengan ragam dialeknya yang terdapat di Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Daerah IstimewaYogyakarta, adalah bagian tak terpisahkan dari identitas budaya bangsa Indonesia. Namun, seiring berjalannya waktu, penggunaan Bahasa Jawa dalam kehidupan sehari-hari cenderung menurun, terutama di kalangan generasi muda. Bahkan di kalangan emak-emak muda lebih cenderung mengajarkan kepada putra putrinya menggunakan Bahasa Indonesia ketimbang Bahasa Jawa (bahasa ibu) dalam komunikasi sehari-hari. Dalam rangka menjaga, merawat, dan melestarikan agar Bahasa Jawa tetap hidup dan digunakan dengan bangga oleh generasi muda, berbagai upaya revitalisasi telah dicanangkan oleh pemerintah. Salah satu langkah utama yang telah ditempuh oleh kemendikbudristek adalah memasukkan revitalisasi bahasa daerah sebagai salah satu episode Merdeka Belajar yaitu episode ke-17.
Melalui komitmen yang kuat dari berbagai
pihak, termasuk pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat umum, harapan
untuk melestarikan dan mengembangkan Bahasa Jawa sebagai bagian dari kekayaan
budaya Indonesia tetap terbuka lebar. Dengan terus menggalakkan program
revitalisasi ini, generasi mendatang diharapkan dapat terus mewarisi dan
menghargai keindahan serta kekayaan Bahasa Jawa sebagai bagian tak terpisahkan dari
identitas bangsa Indonesia. (Ma’ruf S Marmah)
PADUSAN: Dari Sungai ke Kolam Renang, Tradisi Menyucikan Diri Menjelang Ramadhan
Tradisi Padusan, atau mandi besar, telah lama menjadi bagian tak terpisahkan dari persiapan masyarakat Jawa menyambut bulan suci Ramadha...
-
R apat K erja (Raker) Kelompok Kerja K epala K ekolah (K3S) “Dwija Rembug” Kecamatan Kajoran yang berfungsi sebagai evaluasi dan laporan...
-
Komunitas Belajar "KKKS Dwija Rembug" Kecamatan Kajoran Kabupaten Magelang (25/05/2024) melaksanakan kegiatan diseminasi Perdirjen...
-
SDN Sidorejo mendapat apresiasi dari Fasilitator Program S ekolah P enggerak (PSP) sebagai salah satu esensi dari Merdeka Belajar yang d...