Selasa, 21 Juni 2022

Puisi "KIDUNG CINTA"

KIDUNG CINTA
Karya Abu Firja *) 

Cinta tumbuh kapan saja
Tumbuh dan bersemi tak kenal masa
Kadang kemarau tumbuh subur
Kala hujan jatuh tersungkur

Cinta hinggap di mana ia mau
Tak peduli berapa usiamu
Jangan pernah kau menghindar
Apalagi menerimanya tanpa sadar

Cinta itu bak energi listrik
Menyulap yang tidur menjadi bangkit
Jangan abai dengan listrik
Agar tak hadir sebagai pemantik

Cinta itu sangat halus
Tembus sekat di mana air tak dapat lewat
Cinta itu brutal.. kasar
Bahkan tega membunuh di luar nalar

Lembah Sumbing, 06.03.2019

*) Abu Firja adalah seorang pendidik sekaligus penggiat Komunitas Dwija Arga. Pria yang mulai tertarik dengan dunia sastra sejak masih duduk di bangku sekolah ini adalah pribadi yang suka sharing dan belajar, terutama belajar tentang makna kehidupan. Dua belas buku antologi puisi yang telah terbit adalah bukti kecintaannya pada dunia sastra.

PADUSAN: Dari Sungai ke Kolam Renang, Tradisi Menyucikan Diri Menjelang Ramadhan

    Tradisi Padusan, atau mandi besar, telah lama menjadi bagian tak terpisahkan dari persiapan masyarakat Jawa menyambut bulan suci Ramadha...