Selasa, 24 Maret 2026
Menenun Kembali Benang yang Terurai: Makna Mendalam di Balik Tradisi Ujung dan Maaf di Hari Fitri
Senin, 09 Maret 2026
Menyemai Masa Depan Cerah: SDN Sidowangi Komitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan
KAJORAN. Di tengah semangat kolaborasi yang membara, Senin (9/3) di SDN Sidowangi telah dilaksanakan Observasi Praktik Kinerja Kepala Sekolah. Dengan pendampingan Pengawas Sekolah, agenda tersebut bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan kewajiban untuk mewujudkan sekolah impian yang lebih baik bagi masyarakat. Pada kesempatan tersebut, Kepala SDN Sidowangi, Yuni Kurniawati, S.Pd. mempresentasikan capaian dan rencana satu tahun ke depan di hadapan semua guru dan staf dalam suasana yang penuh harapan dan keakraban.
Mengacu pada Raport Pendidikan terbaru, presentasi Kepala
Sekolah menjadi momen penting untuk melakukan refleksi yang jujur dan
membangun. Beliau menyampaikan pencapaian tahun lalu dan sekaligus mengakui
tantangan utama yang harus dihadapi yaitu terkait peningkatan literasi dan
numerasi yang skornya masih rendah. Pada kesempatan tersebut Kepala Sekolah mengajak
semua guru untuk terus semangat dan merancang program ke depan dengan lebih
matang, utamanya dalam hal peningkatan kompetensi guru, termasuk pemanfaatan IFP
(Interactive Flat Panel) agar dapat tercipta suasana belajar yang lebih
bermakna (meaningful), berkesadaran (mindful) dan menggembirakan (joyful)
Usai sesi presentasi, dilanjutkan dengan diskusi santai namun
tetap fokus pada hasil refleksi dan rencana tindak lanjut. Pada kesempatan itu
para guru saling berbagi ide kreatif dalam memanfaatkan IFP melalui aplikasi
kuis, permainan angka (matematika dasar), dengan menerapkan strategi bermain
sambil belajar. Pada akhir diskusi dihasilkan kesepakatan penting,tentang
jadwal Kombel Sekolah (Komunitas Belajar Sekolah) yang akan dilaksanakan secara
rutin satu kali sebulan, di mana setiap guru terjadwal secara bergantian menjadi
narasumber sesuai kompetensinya untuk saling berbagi praktik baik.
Di akhir sesi diskusi, Makruf Sodikin, S.Pd., MM.Pd. selaku
Pengawas Sekolah berpesan bahwa segala sesuatu yang telah diprogramkan mohon
untuk dikawal agar benar-benar terlaksana, dan mohon dipastikan juga agar setiap
kegiatan yang akan dilaksanakan betul-betul telah terprogram dengan baik,
sehingga setiap program bisa dipastikan akan membawa dampak nyata untuk
peningkatan mutu Pendidikan di sekolah. (Makruf S Marmah)
Kamis, 19 Februari 2026
Peta Jalan Komunitas Kajoran Sinau: Kolaborasi Tanpa Batas, Dari Refleksi Menjadi Aksi
Udara sejuk Balkondes Karangrejo Borobudur, pada Jumat (13/2/2026) lalu menjadi saksi semangat membara para pendidik dari Kecamatan Kajoran. Bukan sekadar rapat biasa, dua puluh orang penggerak pendidikan yang tergabung dalam Komunitas Belajar Kajoran Sinau berkumpul untuk menyatukan visi, merefleksikan langkah, dan menyusun strategi besar untuk satu tahun ke depan.
Lebih Dari Sekadar Komunitas
"Di
Kajoran, potensinya sangat luar biasa," ujar Makruf Sodikin, Korwil
Disdikbud Kecamatan Kajoran. Pernyataan ini bukan isapan jempol semata. Untuk
itu, Kajoran membutuhkan wadah kreativitas yang mampu menampung energi besar
para guru dan tenaga kependidikan, dan wadah itu bernama Kajoran Sinau.
Ketua PGRI
Cabang Kajoran, Muhammad Ainur Rofiq, menyebutnya sebagai "Kolaborasi
riil". Di sini, sekat-sekat latar belakang melebur. Guru seni, ahli IT,
jagoan public speaking, desainer grafis, videografer, hingga pegiat literasi
duduk dalam satu meja. Mereka tidak saling bersaing, melainkan saling
melengkapi, menjadi paket lengkap untuk kemajuan Pendidikan di Kecamaan
Kajoran.
Tantangan Adalah Bahan Bakar
Apakah
perjalanan mereka mulus? Tentu saja tidak. Diskusi yang dipimpin oleh Ketua
Komunitas, Anggun Pribowo, secara terbuka membedah kendala di lapangan. Mulai
dari keterbatasan peralatan hingga padatnya jam terbang para personel.
Namun, justru
di situlah letak kekuatannya. Tantangan tidak membuat mereka berhenti,
melainkan memicu kreativitas. Melalui diskusi yang hangat, lahirlah Rencana
Tindak Lanjut (RTL) yang solid. Mereka membuktikan bahwa keterbatasan fasilitas
bisa diterobos dengan mindset yang tak terbatas.
Menatap Masa Depan: Dari Musik Hingga Literasi
Kajoran Sinau
tidak hanya bergerak di dalam kelas. Mereka telah merambah dunia digital lewat
kanal YouTube, menjadi event organizer andal, hingga menghibur lewat grup band
Harmoni in Diversity.
Kini, gebrakan
baru sedang disiapkan. Divisi literasi tengah bergerak mengumpulkan guru-guru
yang memiliki passion di bidang menulis. Mimpi besarnya? Menerbitkan buku karya
guru-guru Kajoran! Ini adalah langkah konkret untuk menguatkan budaya literasi,
bukan hanya lewat slogan, tapi lewat karya nyata.
Kisah dari
Balkondes Karangrejo Borobudur ini mengirimkan sinyal kuat: Pendidikan akan
maju jika kita mau bergerak bersama. Jangan menunggu sempurna untuk memulai,
tapi mulailah untuk menyempurnakan. (Makruf S Marmah)
Rabu, 31 Desember 2025
Goresan Pena di Penghujung 2025: Nyawa Ilmu yang Terlupa
Di penghujung 2025, telah terbit buku berjudul: Nyawa Ilmu yang Terlupa (Penerbit Alinea). Karya para praktisi pendidikan ini penuh dengan kisah nyata dan renungan inspiratif yang bikin kita sadar, bahwa ilmu bukan sekadar tumpukan data, tapi cahaya abadi yang butuh hati beradab sebagai wadahnya. Buku ini ibarat panggilan hati untuk bangun dari kelalaian kita.
Di tengah derasnya arus perkembangan digital, banyak orang pintar tapi kurang bijak. Banyak orang yang tahu segalanya, tapi lupa menghargai guru sebagai sumber cahaya. Salah satu cerita yang menarik dalam buku ini adalah tulisan "Adab Murid Terhadap Guru: Warisan yang Terabaikan" karya Makruf S. Marmah. Melalui tulisan tersebut, pembaca diajak untuk menelusuri kembali nilai-nilai dasar Pendidikan, yaitu kesopanan yang hangat, kerendahan hati yang tulus, dan keikhlasan dalam menimba ilmu.
Ingat kata-kata bijak "Adab lebih tinggi dari ilmu ?" Jangan jadikan hal itu hanya sekadar kutipan di instagram. Biarkan hal itu menjadi api yang menyala di setiap kebijakan sekolah, setiap pelajaran, dan setiap langkah belajar kita. Dengan adab, ilmu akan berbuah kebijaksanaan. Tanpa adab, ilmu hanya akan melahirkan keangkuhan. (Makruf S. Marmah)
Minggu, 21 Desember 2025
Dolan Bareng, Seneng Bareng: Merajut Harmoni di Bumi Banyuwangi
Perjalanan selama tiga hari tersebut (12 s/d 14 Desember
2025) menyuguhkan rangkaian destinasi yang memanjakan mata sekaligus menyentuh
jiwa:
Taman Nasional Baluran (Little Africa in Java): Di hamparan
savana Bekol yang luas, para anggota K3S diingatkan akan kemegahan alam.
Berdiri di antara pohon-pohon eksotis dengan latar belakang Gunung Baluran,
tawa pecah saat sesi foto bersama. Di sini, filosofinya jelas: seperti
ekosistem savana yang saling menopang, begitu pula K3S Kajoran yang tetap
tangguh karena kebersamaan.
Pantai Bangsring: Kedekatan dengan alam bawah laut melalui
konservasi terumbu karang mengajarkan kita tentang kepedulian. Para peserta
diajak untuk sejenak melepaskan beban rutinitas dan menyelami ketenangan,
mengingatkan bahwa pengabdian di dunia pendidikan juga merupakan bentuk
pelestarian masa depan.
Pulau Merah: Menjelang senja, semburat warna merah di
cakrawala menjadi saksi bisu keakraban para pendidik/kepala sekolah. Di atas
pasir yang halus, obrolan santai antar kepala sekolah senior dan yunior mengalir hangat,
mentransfer semangat dan pengalaman tanpa sekat.
Momen paling menyentuh adalah saat berkumpul bersama di Resto & Villa Yogi di kawasan Pulau Merah, sebagai bentuk penghormatan bagi Purna Karya dan Calon Purna Karya. Bagi
mereka yang telah melewati masa bakti, perjalanan ini adalah bentuk apresiasi
setinggi-tingginya. Sedangkan bagi yang segera akan menyusul, ini adalah
penguat bahwa "purna tugas" hanyalah perpindahan tugas, bukan
pemutusan tali persaudaraan.
Terima kasih kepada para purna karya atas inspirasinya, dan
semangat bagi para calon purna karya untuk terus memberikan yang terbaik hingga
garis finish. Sampai jumpa di perjalanan penuh makna berikutnya! (Makruf S
Marmah)
Minggu, 30 November 2025
Di Balik Penghargaan yang Sesungguhnya: Ini Bukan Trofi Saya, Tapi Cerita Kita
Padahal, kalau kita bicara jujur dari hati ke hati, trofi tersebut sebenarnya terasa sangat berat kalau harus saya bawa dan pajang sendiri. Bukan karena bobot fisiknya, namun karena bobot tanggung jawab dan kerja keras yang diwakilinya. Mari kita luruskan: Penghargaan ini bukanlah milik saya, tapi bukti nyata dari kerja tim yang luar biasa yang melibatkan Anda semua.
Siapa Bintang dan Sutradara Sebenarnya?
Saya
selalu melihat peran pengawas sekolah ibarat
seorang dirigen dalam sebuah orkestra. Kami mungkin memegang tongkat, mengendalikan tempo,
dan menjaga harmoni. Tapi siapa yang sesungguhnya memainkan musiknya? Siapa
yang menghasilkan nada indah yang menyentuh jiwa?
Tentu saja, jawabannya adalah Anda, para ujung tombak di sekolah dan di kelas.
Yang pertama adalah Bapak/Ibu Kepala Sekolah: Anda adalah pemimpin strategis di lapangan. Anda yang berani mengambil keputusan sulit, Anda yang memimpin transformasi, dan Anda juga yang membuat setiap visi menjadi terwujud di satuan pendidikan.
Yang kedua yaitu Bapak/Ibu Guru: Anda adalah seniman sejati di garis depan. Anda yang setiap hari selalu menghadapi tantangan kelas yang dinamis, Anda yang menyalakan inspirasi di mata murid, dan Anda pula yang harus sabar menanamkan nilai-nilai karakter untuk calon pemimpin masa depan.
Selain itu, dalam frame keberhasilan ini, ada satu dapur strategi yang tak boleh dilupakan, yaitu Komunitas Belajar Pengawas Sekolah atau biasa kita sebut dengan KKPS (Kelompok Kerja Pengawas Sekolah).
Kepada segenap Bapak/Ibu Rekan Sejawat Pengawas Sekolah yang luar biasa, terima kasih atas peran penting panjenengan (Anda) semua.
Panjenengan adalah mitra (sparring partner) yang selalu menguji ide dan strategi kami.
Panjenengan adalah papan suara (sounding board) yang memastikan bahwa kebijakan pendampingan kami konsisten dan berimbang di seluruh satuan pendidikan.
Panjenengan adalah teman seperjuangan yang tak pernah mengeluh untuk terus berbagi beban dan solusi saat menemui jalan buntu di lapangan.
Penghargaan ini adalah pengakuan atas kekompakan kita dalam merumuskan dan menjabarkan visi misi kita. Tanpa diskusi, kritik membangun, dan dukungan moral dari komunitas, langkah kita tidak mungkin akan sekuat ini.
Kemenangan ini tidak lahir dari laporan formal yang rapi, tapi dari gotong royong harian yang mungkin sering luput dari perhatian. Inilah DNA sukses kita.
Kisah keberhasilan ini mengingatkan kita pada sebuah kutipan yang sangat mendasar:
"Sendirian kita hanya bisa melakukan sedikit, bersama-sama kita bisa melakukan banyak." (Helen Keller)
Ya, kami telah membuktikan bahwa kebersamaan antara pengawas, kepala sekolah, dan guru menghasilkan daya ledak yang luar biasa.
Trofi/Piagam Penghargaan adalah Titik Bakar, bukan Garis Finish.
Titik bakar atau stasiun pengisian bahan bakar (pit stop). Ini adalah validasi bahwa arah yang kita tuju sudah benar. Sekarang, mari kita isi ulang energi, kita kencangkan sabuk pengaman, dan kita siapkan diri untuk perjalanan inovasi berikutnya.
“Selamat untuk semuanya, dan Selamat Hari Guru untuk para penyandang Profesi Guru!”
Mari kita buktikan, bahwa kita tidak hanya bisa mendapatkan satu penghargaan, tapi kita bisa menorehkan ribuan prestasi kecil setiap harinya di setiap satuan pendidikan. (Makruf S Marmah)
Senin, 24 November 2025
Guru Kajoran Go Digital: Bedah Gemini AI di HUT PGRI
KAJORAN. Dalam rangka memperingati HUT ke-80 PGRI dan Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2025 sekaligus memeriahkan Bulan Guru Nasional, PGRI Cabang Kajoran menggelar Workshop Guru Melek Digital #3 dengan tema “Pemanfaatan Gemini AI dalam Pembelajaran.” Kegiatan berlangsung pada Rabu, 12 November 2025, di aula SD Negeri Sambak.
Ketua PGRI Cabang Kajoran, M. Ainur Rofiq, S.Pd.I, Dalam sambutannya menyampaikan bahwa beberapa rangkaian lomba dilaksanakan dalam rangka memeriahkan HUT PGRI, namun tidak kalah pentingnya dilaksanakan pula workshop peningkatan kompetensi guru, yang diikuti oleh 67 guru perwakilan dari seluruh SD di Kecamatan Kajoran.
Tak hanya membedah Gemini AI, workshop kali ini juga memberikan materi menarik lainnya, yakni Optimalisasi IFP (Interactive Flat Panel) untuk Pembelajaran dan Pengelolaan Ekinerja melalui Ruang GTK bagi ASN. Pemateri dalam kegiatan tersebut adalah para punggawa dari Tim Kreatif Kajoran Sinau yang sukses membuat suasana belajar menjadi hidup dan penuh makna.
Korwil Disdikbud Kajoran juga hadir memberikan sambutan dan arahan. Ia mengingatkan bahwa guru harus mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi yang sangat pesat. “Teknologi memang tidak bisa menggantikan peran guru, tapi tanpa mau belajar teknologi, kita justru akan terlindas dengan teknologi itu sendiri. Mari, kita jadikan teknologi, khususnya Gemini AI ini, sebagai asisten pribadi kita,” tegasnya.
Semangat para peserta yang antusias mengikuti workshop ini menunjukkan bahwa guru-guru Kajoran siap menyambut masa depan pendidikan yang lebih digital dan inovatif. Lewat workshop seperti ini, guru tidak hanya mendapat ilmu baru tapi juga inspirasi untuk terus berkembang demi kemajuan pembelajaran. (Makruf S Marmah)
Menenun Kembali Benang yang Terurai: Makna Mendalam di Balik Tradisi Ujung dan Maaf di Hari Fitri
Gema takbir yang berkumandang di hari raya Idul Fitri bukan sekadar penanda berakhirnya masa lapar dan dahaga, melainkan sebuah undangan ter...
-
SDN Pucungroto merupakan sekolah negeri yang berada di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang. Pada tanggal 14 Jun...
-
Acara pelepasan siswa-siswi kelas 6 SDN Kajoran 2 tahun pelajaran 2024/2025 berlangsung khidmad dan meriah pada hari Kamis, 12 Juni 2025...
-
Cerpen berjudul “Mendung di Pertengahan Maret” telah diterbitkan dalam buku antologi cerpen “Kenangan Putih Abu-Abu” di tahun 2016 Di Tahu...





