Jumat, 12 Juni 2026

Menjelajah Surga Literasi di Langit Jakarta: Wisata Edukatif di Perpustakaan Nasional RI

Perpustakaan Nasional (Perpusnas) yang terletak di Jl. Medan Merdeka Selatan No.11, Jakarta Pusat, tepat berada di seberang Monumen Nasional (Monas) bukan sekadar tempat menyimpan buku. Dengan gedung setinggi 24 lantai, institusi ini menjadi perpustakaan nasional tertinggi di dunia, menawarkan fasilitas modern yang memadukan pusat riset, ruang budaya, dan rekreasi yang terbuka untuk umum.

Berikut adalah fasilitas di tiap lantai yang bisa kita nikmati:

  • Lantai 1–3: Lobi Utama, area pameran, Ruang Auditorium, dan Layanan Keanggotaan.
  • Lantai 7: Layanan khusus untuk Anak, Lansia, dan Disabilitas, lengkap dengan area bermain edukatif.
  • Lantai 8: Layanan Audiovisual (tempat menonton film edukasi atau mendengarkan musik).
  • Lantai 9: Ruang koleksi Naskah Nusantara (termasuk naskah kuno yang diakui dunia).
  • Lantai 12 – 22: Area ruang baca koleksi buku langka, referensi, monograf, hingga koleksi mancanegara.
  • Lantai 24: Ruang budaya Nusantara dan executive lounge yang menyajikan pemandangan spektakuler ke arah Monumen Nasional (Monas).

 

Cara Menjadi Anggota Perpusnas

Mengunjungi dan membaca di tempat adalah fasilitas gratis. Namun, untuk meminjam buku, Anda wajib menjadi anggota:

  1. Daftar Online: Kunjungi situs resmi di Situs Keanggotaan Perpusnas, lalu pilih menu "Daftar Anggota".
  2. Isi Formulir: Lengkapi data pribadi dan NIK (Nomor Induk Kependudukan)
  3. Cetak Kartu: Setelah mendapatkan nomor anggota, Anda dapat mengunjungi Layanan Keanggotaan di Gedung Fasilitas Layanan Perpusnas (Jalan Medan Merdeka Selatan No.11, Jakarta) untuk mencetak kartu fisik. (Makruf S Marmah)

Selasa, 09 Juni 2026

Hari Belajar Guru: Bertumbuh Bersama, Menginspirasi Murid

Guru juga perlu waktu untuk belajar, berkembang, dan berkolaborasi. Melalui Hari Belajar Guru, pendidik memiliki ruang untuk meningkatkan kompetensi, berbagi praktik baik, melakukan refleksi, serta menghadirkan inovasi pembelajaran yang berdampak langsung pada murid.

Hari Belajar Guru dilaksanakan secara rutin 1 kali setiap minggu melalui berbagai komunitas belajar seperti KKG, MGMP, KKKS, MKKS, PKG, dan forum sejenis.

Info selengkapnya silahkan pelajari ( SE Hari Belajar Guru )

Mari terus belajar, berbagi, dan berinovasi demi menghadirkan layanan pendidikan yang lebih bermutu bagi seluruh peserta didik Indonesia. (Makruf S Marmah)


Kamis, 04 Juni 2026

Integritas di Balik Jemari: Refleksi Kedisiplinan ASN Guru lewat SIABA


“Guru kencing berdiri, murid kencing berlari.”

Sebuah peribahasa klasik yang rasanya tak pernah usang dimakan zaman. Ungkapan ini menjadi pengingat abadi bahwa setiap gerak-gerik, ucapan, bahkan kedisiplinan seorang guru adalah kurikulum nyata yang langsung dibaca dan ditiru oleh para peserta didik. Sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) Guru, tanggung jawab kita tidak hanya terbatas pada mentransfer ilmu di dalam kelas, melainkan juga menanamkan nilai-nilai karakter dasar, yang salah satu pilar utamanya adalah kejujuran.

Di era digital ini, kedisiplinan kita diuji lewat media yang sederhana namun sarat makna: aplikasi SIABA (Sistem Aplikasi Berbasis Android). Presensi masuk dan pulang secara online bukan sekadar ritual administratif untuk memenuhi syarat penggajian atau formalitas kinerja bulanan. Lebih dari itu, tombol klik yang kita tekan setiap pagi dan sore hari adalah lembar komitmen moral kita kepada bangsa, negara, dan anak-anak didik kita.

Menguji Kejujuran di Ruang Sunyi

Menggunakan aplikasi presensi online sering kali menghadapkan kita pada sunyinya ruang pilihan. Di saat tidak ada pengawasan langsung dari kepala sekolah atau pengawas, godaan untuk melakukan jalan pintas terkadang muncul. Mulai dari menitip absen kepada rekan sejawat, hingga menggunakan aplikasi manipulasi lokasi (fake GPS) demi mengejar status "tepat waktu" tanpa kehadiran fisik yang nyata.

Namun, mari kita renungkan sejenak: apakah esensi dari seorang pendidik jika kehadiran kita di ruang kelas digital dimulai dengan sebuah rekayasa?

Kejujuran adalah mata uang yang berlaku di mana saja. Ketika kita memanipulasi kehadiran, kita sedang mengajarkan ketidakjujuran secara diam-diam. Pendapatan yang kita bawa pulang untuk keluarga tercinta pun kehilangan nilai keberkahannya jika diperoleh dari waktu-waktu manipulatif yang sebenarnya tidak kita dedikasikan untuk mengabdi.

Menjadi ASN Guru yang Baik dan Jujur

Menjadi ASN Guru yang berintegritas berarti berani memilih jalan yang lurus, meskipun jalan itu menuntut kita untuk bangun lebih pagi, menembus kemacetan, atau menghadapi kendala jaringan dengan sabar.

Mari kita jadikan aplikasi SIABA sebagai saksi bisu dari dedikasi dan profesionalisme kita, bukan sebagai beban yang harus diakali. Ketika kita disiplin hadir dan pulang apa adanya, kita sedang membangun fondasi karakter bangsa yang kokoh. Kita sedang menunjukkan kepada dunia bahwa guru-guru Indonesia adalah pribadi yang dapat dipercaya, baik di hadapan manusia maupun di hadapan Tuhan Yang Maha Esa.

Bapak dan Ibu Guru hebat, mari kita mulai hari ini dengan niat yang tulus. Tertiblah secara mandiri, jujurlah sejak dari dalam pikiran, dan jadilah teladan sejati. Sebab, pelajaran terbaik yang akan selalu diingat oleh murid-murid kita bukanlah apa yang kita tulis di papan tulis, melainkan bagaimana kita menjaga kejujuran di balik jemari kita sendiri. (Makruf S Marmah)

Selamat mengabdi, jagalah integritas, dan banggalah menjadi ASN Guru yang Jujur!


Jumat, 22 Mei 2026

Merajut Aksara, Mengubah Mimpi Menjadi Nyata

Pernahkah Anda merasa memiliki sejuta ide cemerlang di kepala, namun hanya berakhir sebagai draf yang mengendap di laptop? Ide yang dibiarkan tanpa eksekusi hanyalah angan-angan, tetapi ide yang dituliskan adalah benih peradaban. Menulis adalah cara terbaik untuk mengabadikan pikiran, menyuarakan isi hati, dan meninggalkan jejak keabadian. Seringkali, rintangan terbesar seorang penulis bukanlah ketiadaan bakat, melainkan hilangnya konsistensi dan hadirnya writer's block yang membelenggu.

Menulis bukan sekadar menunggu mood datang atau sekadar hobi di kala senggang, melainkan tentang membangun sebuah disiplin. Melalui program SarkatVaganza, kita ditantang untuk melahirkan karya utuh dengan konsisten menulis selama 30 hari. Ini adalah wadah tepat untuk mendobrak batasan dan mengubah ide di kepala menjadi buku nyata.

Anda tidak hanya diminta mengumpulkan tulisan, tetapi dipaksa masuk ke dalam ritme disiplin yang terstruktur. Dipandu dengan target harian, tantangan ini dirancang untuk mengeluarkan potensi terbaik Anda dari garis start hingga finish. Ketika naskah Anda selesai, ada rasa kepuasan batin yang luar biasa. Untuk itu, jangan biarkan ide cemerlang Anda menguap begitu saja. Mulailah merangkai kata hari ini, karena setiap penulis hebat bermula dari langkah kecil yang konsisten. (Makruf S Marmah)


Kamis, 21 Mei 2026

Resmi Diberangkatkan, Pemkab Magelang Lepas Ratusan Jamaah Haji Kloter Sapu Jagad


Pelepasan jamaah haji kloter 81 atau kloter "Sapu Jagat" menjadi salah satu kloter terakhir dalam rangkaian keberangkatan haji tahun 2026 Kabupaten Magelang. Rombongan calon haji dilepas secara resmi dari halaman setda Kabupaten Magelang menuju Asrama Haji Donohudan Embarkasi Solo pada hari Rabu, 20 Mei 2026. Keberangkatan ini sekaligus menutup rangkaian panjang fase pemberangkatan ibadah haji tahun ini.

Halaman Setda mendadak dipenuhi lautan manusia meskipun cuaca panas terik menyengat. Ratusan keluarga dan kerabat tampak mengantar dengan penuh haru, melambaikan tangan diiringi lantunan shalawat yang menggema di seluruh area komplek setda. Suasana khidmat semakin terasa saat sirine pengawalan mulai meraung, membuka jalan bagi deretan bus yang membawa jamaah menuju Asrama Haji Donohudan. 

Keberangkatan mereka menjadi penantian panjang yang akhirnya berbuah manis di penghujung musim pemberangkatan haji tahun ini. Para jamaah yang dilepas dari halaman setda ini siap menyusul kloter sebelumnya untuk bersiap mengikuti puncak ibadah haji di Arafah. Selamat jalan para tamu Allah, semoga senantiasa diberikan kelancaran dalam ibadah, kesehatan yang prima, dan kembali ke tanah air dengan predikat haji/hajjah mabrur & mabruroh. Aamiin. (Makruf S Marmah)

Senin, 18 Mei 2026

Gema Sholawat dan Syiar Kebersamaan: Pesona Pengajian Selapanan Muslimat NU Ranting Borobudur di Masjid Ar-Rohman

 

Ratusan jamaah memadati area parkir Masjid Ar-Rohman Janan pada Jumat, 15 Mei 2026, dalam acara Pengajian Selapanan Jumat Pahing  Muslimat NU Ranting Borobudur. Kegiatan yang dihadiri oleh 20 anak ranting di Desa Borobudur tersebut berlangsung dari pukul 13.00 hingga 16.30 WIB.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata kokohnya ukhuwah islamiyah di jantung kawasan wisata religi dan budaya serta menjadi magnet kebersamaan, yang dihadiri oleh jajaran tokoh perempuan dan masyarakat setempat. Tampak hadir dalam acara tersebut Ibu Camat Borobudur selaku Ketua Ranting Muslimat NU Borobudur, Ibu Kepala Desa Borobudur, Kepala Dusun Janan, serta Ketua RT setempat. Kehadiran mereka menegaskan dukungan penuh pemerintah dan tokoh masyarakat terhadap syiar keagamaan di akar rumput.

Suasana semakin meriah dengan alunan seni bernuansa islami. Lantunan suara merdu dari grup Paduan Suara Muslimat NU Anak Ranting Dusun Janan dan tabuhan rancak grup rebana dari Anak Ranting Dusun Kaliabon sukses membius jamaah. Harmoni suara dan tabuhan rebana mengiringi langkah para jamaah yang hadir dengan semangat dan penuh sukacita.

Makruf Sodikin, selaku Ketua Takmir Masjid Ar-Rohman sekaligus sebagai tuan rumah dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas ditunjuknya Masjid Ar-Rohman sebagai tuan rumah Selapan Jumat Pahing Muslimat NU Ranting Borobudur sekaligus sebagai salah satu wujud guna memakmurkan masjid. Lebih lanjut, beliau juga menyampaikan informasi dan mengajak kepada seluruh jamaah untuk berkenan hadir mengikuti kajian Islam yang diadakan rutin setiap malam Selasa di Masjid Ar-Rohman mulai pukul 19.30 sampai 20.30 WIB.

Pada acara inti, jamaah mengikuti tausiyah yang disampaikan oleh Gus Syarif Hidayatullah dari Sleman dengan penuh khusyuk. Melalui penyampaian yang humoris dan menyentuh hati, beliau mengajak para jamaah untuk terus meneladani nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari serta memperkuat benteng moral keluarga melalui amaliyah Nahdlatul Ulama. Pengajian selapanan ini tidak hanya sekadar menjadi ajang tholabul 'ilmi (mencari ilmu), tetapi juga menjadi ruang silaturahmi yang mempererat tali persaudaraan antarwarga lintas dusun di wilayah Borobudur. (Makruf S Marmah)

Senin, 11 Mei 2026

Wajah Baru Haji 2026: Saat Hati Mengunci Kamera, Jiwa Fokus pada Sang Pencipta

 

Musim Haji telah tiba. Bayangkan ketika Anda berada tepat di depan Ka'bah. Gemuruh talbiyah membubung tinggi ke langit. Air mata menetes tanpa diminta. Namun, di tangan Anda tidak ada ponsel, tidak ada tongkat selfie. Tidak ada keinginan untuk mengabadikan momen tersebut demi "konten" media sosial. Inilah wajah baru ibadah haji 2026. Otoritas Arab Saudi secara ketat menerapkan aturan larangan pengambilan foto dan video di dalam Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Langkah ini bukan untuk membatasi, melainkan sebuah undangan mulia untuk kembali ke esensi terdalam ibadah haji yaitu “kekhusyukan”. Larangan ini mengundang banyak pihak yang kaget, bahkan mungkin banyak juga yang kecewa. Namun, mari sejenak kita renungkan aturan ini. Dalam beberapa tahun terakhir, suasana khusyuk sering terganggu oleh Jamaah (Indonesia) yang sibuk mencari sudut terbaik untuk berswafoto.

Mulai Haji 2026, area dalam kedua masjid suci difokuskan penuh untuk ibadah. Kebijakan ini menegaskan bahwa kehadiran hati jauh lebih berharga daripada kehadiran kamera. Larangan ini adalah kesempatan emas untuk merasakan haji yang "sesungguhnya", yang mungkin jarang dirasakan di era digital. Ibadah tanpa gangguan ponsel di tangan, pandangan mata kita akan langsung tertuju pada Ka'bah, bukan layar kamera. Kita bisa berdoa lebih lama, merenung lebih dalam, dan berzikir dengan lebih tenang.

Masjidil Haram dan Masjid Nabawi adalah tempat ibadah, bukan tempat wisata. Larangan ini mendidik kita untuk tetap menjaga adab dan privasi jamaah lain. Memori yang terukir dalam hati, bayangan indah Ka'bah yang terekam langsung di mata dan hati, jauh lebih abadi daripada foto di galeri ponsel yang sering terlupakan, bahkan lupa di mana menyimpannya.

Pihak berwenang menekankan pentingnya fokus pada ibadah dan menghindari aktivitas yang mengganggu konsentrasi. Menjadi haji yang mabrur tidak ditentukan oleh berapa banyak selfie yang diunggah ke Instagram. Ia ditentukan oleh sejauh mana hati kita bertransformasi setelah kembali dari tanah suci. Untuk itu, saat jamaah menginjakkan kakinya di Masjidil Haram dan Ketika kaki mulai melangkah masuk ke Masjid Nabawi, biarkan jiwanya leluasa untuk berbicara dengan Sang Pencipta (Allah SWT).

Haji 2026 mengajarkan kepada kita untuk menjadi hamba yang merendah, hamba yang merenung, dan hamba yang fokus pada satu tujuan, yakni mendapatkan ridho dari Allah SWT. Semoga seluruh jamaah haji 2026 diberikan kemudahan, kesehatan, dan kekhusyukan dalam menunaikan ibadah di tanah suci. (Makruf S Marmah)

Menjelajah Surga Literasi di Langit Jakarta: Wisata Edukatif di Perpustakaan Nasional RI

Perpustakaan Nasional (Perpusnas) yang  terletak di Jl. Medan Merdeka Selatan No.11, Jakarta Pusat,  tepat berada di seberang Monumen Nasion...