![]() |
Photo Dokumen Pribadi |
Idul Adha,
tidak hanya menjadi momen untuk menyembelih hewan kurban. Namun juga menandai puncak
dari ibadah haji, salah satu rukun Islam yang lima. Salah satu dari rangkaian
ritual penting dalam ibadah haji adalah wukuf di Arafah.
Setiap tahunnya, jutaan jamaah haji dari seluruh penjuru
dunia berkumpul di dataran Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah. Tempat ini
memiliki makna yang mendalam dalam sejarah Islam, karena merupakan lokasi di
mana Nabi Adam dan Hawa dipertemukan kembali setelah diusir dari surga.
Wukuf di Arafah bukan sekadar berkumpul untuk berdoa, tetapi
juga merupakan momen untuk memperkuat ikatan spiritual dengan Allah SWT. Selama
wukuf, jamaah haji melakukan berbagai amalan, seperti berdoa, membaca
Al-Qur'an, berzikir, dan merenungkan dosa-dosa mereka serta memohon ampun kepada-Nya.
Ritual ini juga mengajarkan pentingnya kesederhanaan dan
persaudaraan dalam Islam. Saat berada di Arafah, jamaah haji dari berbagai suku, bangsa, dan budaya bersatu dalam peribadatan
yang sama, tanpa memandang perbedaan status sosial/ekonomi.
Dengan berakhirnya wukuf di Arafah, dimulailah hari yang
penuh berkah, yaitu Idul Adha, di mana umat Islam merayakan pengorbanan Nabi
Ibrahim AS dan ketaatan Nabi Ismail AS atas perintah Allah SWT. Keseluruhan
perjalanan haji, dari tawaf di Ka'bah hingga wukuf di Arafah dan lemparan
jumrah, mengajarkan umat Islam tentang pengorbanan, kesabaran, dan pengampunan.
Dengan demikian, wukuf di Arafah bukan hanya ritual ibadah
semata, tetapi juga sebuah pengalaman spiritual yang mendalam bagi setiap
jamaah haji. Hal tersebut
mengingatkan kita akan pentingnya ketaatan kepada Allah SWT dan membangkitkan
semangat untuk terus berusaha menjadi hamba yang lebih baik di mata-Nya. (Ma’ruf S Marmah)