Sabtu, 29 Juni 2024

Meningkatkan Kualitas Pendidikan Melalui Dialog Kinerja: Pengelolaan Kinerja Kepala Sekolah

     Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan, Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Kajoran melaksanakan dialog kinerja terkait Pengelolaan Kinerja Kepala Sekolah Tahap Penilaian yang dilaksanakan di SD Negeri Kajoran 1 pada hari Jumat, 28 Juni 2024. Dialog kinerja yang dipandu oleh Makruf Sodikin S.Pd., MM.Pd. selaku Pengawas Sekolah tersebut disambut antusias oleh seluruh peserta. Dialog ini bertujuan untuk mengevaluasi pencapaian sasaran kinerja yang telah ditetapkan, seperti peningkatan akademik siswa dan efektivitas manajemen sekolah.

    Dialog kinerja yang efektif tidak hanya tentang mengevaluasi kinerja masa lalu, tetapi juga tentang membuka ruang untuk perbaikan dan pengembangan. Dengan adanya dialog kinerja yang terstruktur dan transparan, kepala sekolah akan dapat:

  • Meningkatkan Akuntabilitas: Melalui sasaran kinerja yang jelas dan terukur, kepala sekolah menjadi lebih akuntabel atas pencapaian hasil.
  • Mendorong Inovasi: Dialog kinerja yang inklusif memberi kesempatan untuk berinovasi dan mengimplementasikan praktik terbaik dalam manajemen sekolah.
  • Meningkatkan Motivasi dan Keterlibatan: Melalui partisipasi dalam proses evaluasi dan pengembangan rencana perbaikan, guru dan siswa merasa lebih terlibat dan termotivasi untuk mencapai tujuan bersama.
  • Memperkuat Kualitas Pendidikan: Dengan fokus pada peningkatan kinerja, dialog kinerja membantu memastikan bahwa kualitas pendidikan yang disediakan oleh sekolah dapat terus ditingkatkan.

    Pengelolaan kinerja kepala sekolah melalui dialog kinerja adalah tahapan penting dalam memastikan kesuksesan sekolah dalam mencapai tujuan pendidikan. Dengan pendekatan yang terstruktur dan berkelanjutan, sekolah dapat mengidentifikasi area-area perbaikan, mengembangkan strategi untuk mencapai sasaran kinerja, dan memperkuat hubungan antara semua pemangku kepentingan dalam mendukung proses pendidikan yang berkualitas. (Ma'ruf S Marmah)


Selasa, 18 Juni 2024

DIMENSI IBADAH QURBAN


Dalam hidup ini, banyak yang beranggapan bahwa hidup dan rezeki adalah ibarat matematika, yakni satu tambah satu sama dengan dua, dan satu dikurangi satu pasti nol. Padahal rezeki dalam kehidupan ini tidak bisa dihitung dengan ilmu matematika. Dalam hidup terkadang 1+1 memang 2. Namun, bisa saja 1+1= 0 (nol) atau 1-1 bisa jadi 10 (sepuluh). 

Pada bulan Dzulhijjah ini, kita diperintahkan untuk menyembelih hewan kurban di Hari Raya Qurban atau Idul Adha yaitu pada tanggal 10 Dzulhijjah atau di Hari Tasyriq, yaitu: tanggal 11, 12, dan 13 bulan Dzulhijjah. Malam itu, kami meluncur ke Pondok Pesantren di mana kami pernah belajar/mengajar, untuk menyampaikan amanat/titipan 2 ekor kambing sebagai bentuk rasa syukur.

Ibadah Qurban memiliki dua dimensi, yakni vertikal dan horizontal. Dimensi vertikal artinya ibadah yang ditujukan hanya kepada Allah SWT, sementara dimensi horizontal adalah ibadah sosial berupa berbagi rezeki untuk membahagiakan orang lain. Ketika kita mampu membahagiakan orang lain, maka kita pun akan merasa bahagia dan pada akhirnya kebahagiaan bersama juga akan mudah terwujud, sehingga kehidupan di tengah-tengah masyarakat pun akan bahagia, damai, dan sejahtera. 
Selamat Hari Raya Idul Adha 1445 H (Ma’ruf S Marmah)

Minggu, 16 Juni 2024

WUKUF di ARAFAH: Puncak Ibadah Haji

 

Photo Dokumen Pribadi

Idul Adha, tidak hanya menjadi momen untuk menyembelih hewan kurban. Namun juga menandai puncak dari ibadah haji, salah satu rukun Islam yang lima. Salah satu dari rangkaian ritual penting dalam ibadah haji adalah wukuf di Arafah.

Setiap tahunnya, jutaan jamaah haji dari seluruh penjuru dunia berkumpul di dataran Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah. Tempat ini memiliki makna yang mendalam dalam sejarah Islam, karena merupakan lokasi di mana Nabi Adam dan Hawa dipertemukan kembali setelah diusir dari surga.

Wukuf di Arafah bukan sekadar berkumpul untuk berdoa, tetapi juga merupakan momen untuk memperkuat ikatan spiritual dengan Allah SWT. Selama wukuf, jamaah haji melakukan berbagai amalan, seperti berdoa, membaca Al-Qur'an, berzikir, dan merenungkan dosa-dosa mereka serta memohon ampun kepada-Nya.

Ritual ini juga mengajarkan pentingnya kesederhanaan dan persaudaraan dalam Islam. Saat berada di Arafah, jamaah haji dari berbagai suku, bangsa, dan budaya bersatu dalam peribadatan yang sama, tanpa memandang perbedaan status sosial/ekonomi.

Dengan berakhirnya wukuf di Arafah, dimulailah hari yang penuh berkah, yaitu Idul Adha, di mana umat Islam merayakan pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan ketaatan Nabi Ismail AS atas perintah Allah SWT. Keseluruhan perjalanan haji, dari tawaf di Ka'bah hingga wukuf di Arafah dan lemparan jumrah, mengajarkan umat Islam tentang pengorbanan, kesabaran, dan pengampunan.

Dengan demikian, wukuf di Arafah bukan hanya ritual ibadah semata, tetapi juga sebuah pengalaman spiritual yang mendalam bagi setiap jamaah haji. Hal tersebut mengingatkan kita akan pentingnya ketaatan kepada Allah SWT dan membangkitkan semangat untuk terus berusaha menjadi hamba yang lebih baik di mata-Nya. (Ma’ruf S Marmah)

Rabu, 12 Juni 2024

Sebuah Puisi tentang "Catatan Akhir Jenjang"

 CATATAN AKHIR JENJANG

Written by Abu Firja

Hari ini... Juni 2024

Saat terakhir kami mengantarkanmu

Menuju gerbang kelulusan

Rona bahagia terpancar dari matamu

Menyongsong hari esok yang penuh impian

 

Enam tahun sudah kami membersamaimu

Menyemai benih berbagi ilmu

Bebagai warna dan rasa menjelma jadi satu

Menguatkan tekad menjaga amanat

 

Kini … ku lepas engkau

Bergerak bebas mengejar impian

Hanya harap yang dapat kami sematkan

Semoga hari esokmu bersinar terang

Penuh keberkahan dan kesuksesan

 

Selamat dan sukses anak-anakku

Teruslah belajar dan tuntutlah ilmu

Masa depan cerah telah menantimu

Minggu, 09 Juni 2024

Melalui Kahoot Lokakarya Semakin Yahuud... !

 

SDN Sidorejo mendapat apresiasi dari Fasilitator

Program Sekolah Penggerak (PSP) sebagai salah satu esensi dari Merdeka Belajar yang diluncurkan di episode ke-7, bertujuan untuk menjamin pemerataan kualitas pendidikan melalui program peningkatan kapasitas Kepala Sekolah yang mampu memimpin satuan pendidikan dalam rangka mewujudkan pembelajaran yang berkualitas, membangun ekosistem pendidikan yang lebih kuat, serta menciptakan iklim kolaboratif bagi para pemangku kepentingan di bidang pendidikan.

Dalam rangka  mencapai tujuan tersebut, bertempat di SMA Negeri Kota Mungkid, pada hari Sabtu (8 Juni 2024) BBGP Jawa Tengah menyelenggarakan Lokakarya Kepemimpinan Sekolah 2, dengan tema Memimpin dan Mengelola Program Sekolah yang Berdampak pada Murid PSP Angkatan 2. Tujuan dari Lokakarya tersebut adalah agar para peserta (Pengawas Sekolah, Kepala Sekolah, dan Guru) mampu memahami bagaimana cara memimpin dan mengelola program sekolah yang berdampak pada murid.

Subur, S.Pd.I, MSI (dosen Unimma) selaku fasilitator sekolah penggerak, membersamai para peserta lokakarya dari awal sampai akhir dengan sangat menarik, karena dalam penyampaiannya menerapkan alur pembelajaran MERDEKA (Mulai Dari Diri, Eksplorasi Konsep, Ruang Kolaborasi, Refleksi Terbimbing, Demontrasi Kontekstual, Elaborasi Pemahaman, Koneksi Antar Materi, dan Aksi Nyata). Bahkan di tahapan Mulai dari Diri, fasilitator memanfaatkan media Kahoot untuk melakukan refleksi bersama dengan menjawab beberapa pertanyaan berkaitan dengan kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan dalam bentuk quiz.

Yang lebih menarik lagi, fasilitator memberikan apresiasi berupa hadiah kepada tiga (3) peserta yang berhasil meraih skor tertinggi dengan jawaban tercepat dan benar. Selamat dan apresiasi untuk SD Negeri Sidorejo Kec. Kajoran yang memborong 3 peringkat teratas dalam sesi refleksi tersebut. Mari bergerak bersama mewujudkan transformasi Sekolah. (Ma’ruf S Marmah)

 

 

Senin, 03 Juni 2024

LOMBA KRENOVA 2024


Lomba Kreativitas dan Inovasi Masyarakat (Krenova) adalah bukti nyata komitmen daerah dalam mendorong inovasi dan kreativitas lokal dalam menciptakan solusi inovatif terhadap berbagai tantangan sosial dan ekonomi.  Dengan terus mendukung dan mengapresiasi ide-ide kreatif dan inovatif dari masyarakat, Kabupaten Magelang akan dapat terus berkembang dan mampu menghadapi tantangan masa depan dengan lebih baik.

Mari kita dukung Guru dan Tenaga Kependidikan dari Kecamatan Kajoran yang ikut ambil bagian dalam lomba Krenova Tahun 2024 ini dengan pilihan tema “Agribisnis dan Ketahanan Pangan” melalui karya berjudul Sangkitel. "Sangkitel" (Pisang, Kimpul, dan Ketela) adalah merupakan menu makanan baru yang bergizi dari hasil kreasi dan inovasi.

Untuk itu mohon dukungannya dengan cara menonton video “Sangkitel” sampai selesai dan jangan lupa tinggalkan komentar dan like, serta subscribe Channel Kajoran Sinau agar mendapatkan informasi terbaru di sekitaran dunia pendidikan. Terima kasih atas dukungannya. (Ma’ruf S Marmah)

Kajoran Sinau… Pasti Bisa !    
       

PADUSAN: Dari Sungai ke Kolam Renang, Tradisi Menyucikan Diri Menjelang Ramadhan

    Tradisi Padusan, atau mandi besar, telah lama menjadi bagian tak terpisahkan dari persiapan masyarakat Jawa menyambut bulan suci Ramadha...