Di tengah arus globalisasi dan modernisasi yang terus berkembang, keberadaan bahasa daerah di Indonesia, termasuk Bahasa Jawa, semakin terancam. Upaya untuk revitalisasi Bahasa Jawa pun telah menjadi sorotan penting dalam melestarikan warisan budaya nusantara yang kaya ini. Di era teknologi moderen sekarang ini, dominasi media massa dalam penggunaan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, menjadi tantangan tersendiri dalam memperkuat posisi Bahasa Jawa di masyarakat.
Bahasa Jawa, dengan ragam dialeknya yang terdapat di Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Daerah IstimewaYogyakarta, adalah bagian tak terpisahkan dari identitas budaya bangsa Indonesia. Namun, seiring berjalannya waktu, penggunaan Bahasa Jawa dalam kehidupan sehari-hari cenderung menurun, terutama di kalangan generasi muda. Bahkan di kalangan emak-emak muda lebih cenderung mengajarkan kepada putra putrinya menggunakan Bahasa Indonesia ketimbang Bahasa Jawa (bahasa ibu) dalam komunikasi sehari-hari. Dalam rangka menjaga, merawat, dan melestarikan agar Bahasa Jawa tetap hidup dan digunakan dengan bangga oleh generasi muda, berbagai upaya revitalisasi telah dicanangkan oleh pemerintah. Salah satu langkah utama yang telah ditempuh oleh kemendikbudristek adalah memasukkan revitalisasi bahasa daerah sebagai salah satu episode Merdeka Belajar yaitu episode ke-17.
Melalui komitmen yang kuat dari berbagai
pihak, termasuk pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat umum, harapan
untuk melestarikan dan mengembangkan Bahasa Jawa sebagai bagian dari kekayaan
budaya Indonesia tetap terbuka lebar. Dengan terus menggalakkan program
revitalisasi ini, generasi mendatang diharapkan dapat terus mewarisi dan
menghargai keindahan serta kekayaan Bahasa Jawa sebagai bagian tak terpisahkan dari
identitas bangsa Indonesia. (Ma’ruf S Marmah)