Udara sejuk Balkondes Karangrejo Borobudur, pada Jumat (13/2/2026) lalu menjadi saksi semangat membara para pendidik dari Kecamatan Kajoran. Bukan sekadar rapat biasa, dua puluh orang penggerak pendidikan yang tergabung dalam Komunitas Belajar Kajoran Sinau berkumpul untuk menyatukan visi, merefleksikan langkah, dan menyusun strategi besar untuk satu tahun ke depan.
Lebih Dari Sekadar Komunitas
"Di
Kajoran, potensinya sangat luar biasa," ujar Makruf Sodikin, Korwil
Disdikbud Kecamatan Kajoran. Pernyataan ini bukan isapan jempol semata. Untuk
itu, Kajoran membutuhkan wadah kreativitas yang mampu menampung energi besar
para guru dan tenaga kependidikan, dan wadah itu bernama Kajoran Sinau.
Ketua PGRI
Cabang Kajoran, Muhammad Ainur Rofiq, menyebutnya sebagai "Kolaborasi
riil". Di sini, sekat-sekat latar belakang melebur. Guru seni, ahli IT,
jagoan public speaking, desainer grafis, videografer, hingga pegiat literasi
duduk dalam satu meja. Mereka tidak saling bersaing, melainkan saling
melengkapi, menjadi paket lengkap untuk kemajuan Pendidikan di Kecamaan
Kajoran.
Tantangan Adalah Bahan Bakar
Apakah
perjalanan mereka mulus? Tentu saja tidak. Diskusi yang dipimpin oleh Ketua
Komunitas, Anggun Pribowo, secara terbuka membedah kendala di lapangan. Mulai
dari keterbatasan peralatan hingga padatnya jam terbang para personel.
Namun, justru
di situlah letak kekuatannya. Tantangan tidak membuat mereka berhenti,
melainkan memicu kreativitas. Melalui diskusi yang hangat, lahirlah Rencana
Tindak Lanjut (RTL) yang solid. Mereka membuktikan bahwa keterbatasan fasilitas
bisa diterobos dengan mindset yang tak terbatas.
Menatap Masa Depan: Dari Musik Hingga Literasi
Kajoran Sinau
tidak hanya bergerak di dalam kelas. Mereka telah merambah dunia digital lewat
kanal YouTube, menjadi event organizer andal, hingga menghibur lewat grup band
Harmoni in Diversity.
Kini, gebrakan
baru sedang disiapkan. Divisi literasi tengah bergerak mengumpulkan guru-guru
yang memiliki passion di bidang menulis. Mimpi besarnya? Menerbitkan buku karya
guru-guru Kajoran! Ini adalah langkah konkret untuk menguatkan budaya literasi,
bukan hanya lewat slogan, tapi lewat karya nyata.
Kisah dari
Balkondes Karangrejo Borobudur ini mengirimkan sinyal kuat: Pendidikan akan
maju jika kita mau bergerak bersama. Jangan menunggu sempurna untuk memulai,
tapi mulailah untuk menyempurnakan. (Makruf S Marmah)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar