Musim Haji telah tiba. Bayangkan ketika
Anda berada tepat di depan Ka'bah. Gemuruh talbiyah membubung tinggi ke langit.
Air mata menetes tanpa diminta. Namun, di tangan Anda tidak ada ponsel, tidak
ada tongkat selfie. Tidak ada keinginan untuk mengabadikan momen tersebut demi
"konten" media sosial. Inilah wajah baru ibadah haji 2026. Otoritas
Arab Saudi secara ketat menerapkan aturan larangan pengambilan foto dan video
di dalam Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.
Langkah ini bukan untuk
membatasi, melainkan sebuah undangan mulia untuk kembali ke esensi terdalam ibadah
haji yaitu “kekhusyukan”. Larangan ini mengundang banyak pihak yang kaget, bahkan
mungkin banyak juga yang kecewa. Namun, mari sejenak kita renungkan aturan ini.
Dalam beberapa tahun terakhir, suasana khusyuk sering terganggu oleh Jamaah (Indonesia)
yang sibuk mencari sudut terbaik untuk berswafoto.
Mulai Haji 2026, area dalam kedua
masjid suci difokuskan penuh untuk ibadah. Kebijakan ini menegaskan bahwa
kehadiran hati jauh lebih berharga daripada kehadiran kamera. Larangan ini
adalah kesempatan emas untuk merasakan haji yang "sesungguhnya", yang
mungkin jarang dirasakan di era digital. Ibadah tanpa gangguan ponsel di
tangan, pandangan mata kita akan langsung tertuju pada Ka'bah, bukan layar kamera.
Kita bisa berdoa lebih lama, merenung lebih dalam, dan berzikir dengan lebih
tenang.
Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
adalah tempat ibadah, bukan tempat wisata. Larangan ini mendidik kita untuk tetap
menjaga adab dan privasi jamaah lain. Memori yang terukir dalam hati, bayangan
indah Ka'bah yang terekam langsung di mata dan hati, jauh lebih abadi daripada
foto di galeri ponsel yang sering terlupakan, bahkan lupa di mana menyimpannya.
Pihak berwenang menekankan
pentingnya fokus pada ibadah dan menghindari aktivitas yang mengganggu
konsentrasi. Menjadi haji yang mabrur tidak ditentukan oleh berapa banyak
selfie yang diunggah ke Instagram. Ia ditentukan oleh sejauh mana hati kita
bertransformasi setelah kembali dari tanah suci. Untuk itu, saat jamaah menginjakkan
kakinya di Masjidil Haram dan Ketika kaki mulai melangkah masuk ke Masjid
Nabawi, biarkan jiwanya leluasa untuk berbicara dengan Sang Pencipta (Allah SWT).
Haji 2026 mengajarkan kepada kita
untuk menjadi hamba yang merendah, hamba yang merenung, dan hamba yang fokus
pada satu tujuan, yakni mendapatkan ridho dari Allah SWT. Semoga seluruh jamaah
haji 2026 diberikan kemudahan, kesehatan, dan kekhusyukan dalam menunaikan
ibadah di tanah suci. (Makruf S Marmah)
