Jumat, 22 Mei 2026

Merajut Aksara, Mengubah Mimpi Menjadi Nyata

Pernahkah Anda merasa memiliki sejuta ide cemerlang di kepala, namun hanya berakhir sebagai draf yang mengendap di laptop? Ide yang dibiarkan tanpa eksekusi hanyalah angan-angan, tetapi ide yang dituliskan adalah benih peradaban. Menulis adalah cara terbaik untuk mengabadikan pikiran, menyuarakan isi hati, dan meninggalkan jejak keabadian. Seringkali, rintangan terbesar seorang penulis bukanlah ketiadaan bakat, melainkan hilangnya konsistensi dan hadirnya writer's block yang membelenggu.

Menulis bukan sekadar menunggu mood datang atau sekadar hobi di kala senggang, melainkan tentang membangun sebuah disiplin. Melalui program SarkatVaganza, kita ditantang untuk melahirkan karya utuh dengan konsisten menulis selama 30 hari. Ini adalah wadah tepat untuk mendobrak batasan dan mengubah ide di kepala menjadi buku nyata.

Anda tidak hanya diminta mengumpulkan tulisan, tetapi dipaksa masuk ke dalam ritme disiplin yang terstruktur. Dipandu dengan target harian, tantangan ini dirancang untuk mengeluarkan potensi terbaik Anda dari garis start hingga finish. Ketika naskah Anda selesai, ada rasa kepuasan batin yang luar biasa. Untuk itu, jangan biarkan ide cemerlang Anda menguap begitu saja. Mulailah merangkai kata hari ini, karena setiap penulis hebat bermula dari langkah kecil yang konsisten. (Makruf S Marmah)


Kamis, 21 Mei 2026

Resmi Diberangkatkan, Pemkab Magelang Lepas Ratusan Jamaah Haji Kloter Sapu Jagad


Pelepasan jamaah haji kloter 81 atau kloter "Sapu Jagat" menjadi salah satu kloter terakhir dalam rangkaian keberangkatan haji tahun 2026 Kabupaten Magelang. Rombongan calon haji dilepas secara resmi dari halaman setda Kabupaten Magelang menuju Asrama Haji Donohudan Embarkasi Solo pada hari Rabu, 20 Mei 2026. Keberangkatan ini sekaligus menutup rangkaian panjang fase pemberangkatan ibadah haji tahun ini.

Halaman Setda mendadak dipenuhi lautan manusia meskipun cuaca panas terik menyengat. Ratusan keluarga dan kerabat tampak mengantar dengan penuh haru, melambaikan tangan diiringi lantunan shalawat yang menggema di seluruh area komplek setda. Suasana khidmat semakin terasa saat sirine pengawalan mulai meraung, membuka jalan bagi deretan bus yang membawa jamaah menuju Asrama Haji Donohudan. 

Keberangkatan mereka menjadi penantian panjang yang akhirnya berbuah manis di penghujung musim pemberangkatan haji tahun ini. Para jamaah yang dilepas dari halaman setda ini siap menyusul kloter sebelumnya untuk bersiap mengikuti puncak ibadah haji di Arafah. Selamat jalan para tamu Allah, semoga senantiasa diberikan kelancaran dalam ibadah, kesehatan yang prima, dan kembali ke tanah air dengan predikat haji/hajjah mabrur & mabruroh. Aamiin. (Makruf S Marmah)

Senin, 18 Mei 2026

Gema Sholawat dan Syiar Kebersamaan: Pesona Pengajian Selapanan Muslimat NU Ranting Borobudur di Masjid Ar-Rohman

 

Ratusan jamaah memadati area parkir Masjid Ar-Rohman Janan pada Jumat, 15 Mei 2026, dalam acara Pengajian Selapanan Jumat Pahing  Muslimat NU Ranting Borobudur. Kegiatan yang dihadiri oleh 20 anak ranting di Desa Borobudur tersebut berlangsung dari pukul 13.00 hingga 16.30 WIB.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata kokohnya ukhuwah islamiyah di jantung kawasan wisata religi dan budaya serta menjadi magnet kebersamaan, yang dihadiri oleh jajaran tokoh perempuan dan masyarakat setempat. Tampak hadir dalam acara tersebut Ibu Camat Borobudur selaku Ketua Ranting Muslimat NU Borobudur, Ibu Kepala Desa Borobudur, Kepala Dusun Janan, serta Ketua RT setempat. Kehadiran mereka menegaskan dukungan penuh pemerintah dan tokoh masyarakat terhadap syiar keagamaan di akar rumput.

Suasana semakin meriah dengan alunan seni bernuansa islami. Lantunan suara merdu dari grup Paduan Suara Muslimat NU Anak Ranting Dusun Janan dan tabuhan rancak grup rebana dari Anak Ranting Dusun Kaliabon sukses membius jamaah. Harmoni suara dan tabuhan rebana mengiringi langkah para jamaah yang hadir dengan semangat dan penuh sukacita.

Makruf Sodikin, selaku Ketua Takmir Masjid Ar-Rohman sekaligus sebagai tuan rumah dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas ditunjuknya Masjid Ar-Rohman sebagai tuan rumah Selapan Jumat Pahing Muslimat NU Ranting Borobudur sekaligus sebagai salah satu wujud guna memakmurkan masjid. Lebih lanjut, beliau juga menyampaikan informasi dan mengajak kepada seluruh jamaah untuk berkenan hadir mengikuti kajian Islam yang diadakan rutin setiap malam Selasa di Masjid Ar-Rohman mulai pukul 19.30 sampai 20.30 WIB.

Pada acara inti, jamaah mengikuti tausiyah yang disampaikan oleh Gus Syarif Hidayatullah dari Sleman dengan penuh khusyuk. Melalui penyampaian yang humoris dan menyentuh hati, beliau mengajak para jamaah untuk terus meneladani nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari serta memperkuat benteng moral keluarga melalui amaliyah Nahdlatul Ulama. Pengajian selapanan ini tidak hanya sekadar menjadi ajang tholabul 'ilmi (mencari ilmu), tetapi juga menjadi ruang silaturahmi yang mempererat tali persaudaraan antarwarga lintas dusun di wilayah Borobudur. (Makruf S Marmah)

Senin, 11 Mei 2026

Wajah Baru Haji 2026: Saat Hati Mengunci Kamera, Jiwa Fokus pada Sang Pencipta

 

Musim Haji telah tiba. Bayangkan ketika Anda berada tepat di depan Ka'bah. Gemuruh talbiyah membubung tinggi ke langit. Air mata menetes tanpa diminta. Namun, di tangan Anda tidak ada ponsel, tidak ada tongkat selfie. Tidak ada keinginan untuk mengabadikan momen tersebut demi "konten" media sosial. Inilah wajah baru ibadah haji 2026. Otoritas Arab Saudi secara ketat menerapkan aturan larangan pengambilan foto dan video di dalam Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Langkah ini bukan untuk membatasi, melainkan sebuah undangan mulia untuk kembali ke esensi terdalam ibadah haji yaitu “kekhusyukan”. Larangan ini mengundang banyak pihak yang kaget, bahkan mungkin banyak juga yang kecewa. Namun, mari sejenak kita renungkan aturan ini. Dalam beberapa tahun terakhir, suasana khusyuk sering terganggu oleh Jamaah (Indonesia) yang sibuk mencari sudut terbaik untuk berswafoto.

Mulai Haji 2026, area dalam kedua masjid suci difokuskan penuh untuk ibadah. Kebijakan ini menegaskan bahwa kehadiran hati jauh lebih berharga daripada kehadiran kamera. Larangan ini adalah kesempatan emas untuk merasakan haji yang "sesungguhnya", yang mungkin jarang dirasakan di era digital. Ibadah tanpa gangguan ponsel di tangan, pandangan mata kita akan langsung tertuju pada Ka'bah, bukan layar kamera. Kita bisa berdoa lebih lama, merenung lebih dalam, dan berzikir dengan lebih tenang.

Masjidil Haram dan Masjid Nabawi adalah tempat ibadah, bukan tempat wisata. Larangan ini mendidik kita untuk tetap menjaga adab dan privasi jamaah lain. Memori yang terukir dalam hati, bayangan indah Ka'bah yang terekam langsung di mata dan hati, jauh lebih abadi daripada foto di galeri ponsel yang sering terlupakan, bahkan lupa di mana menyimpannya.

Pihak berwenang menekankan pentingnya fokus pada ibadah dan menghindari aktivitas yang mengganggu konsentrasi. Menjadi haji yang mabrur tidak ditentukan oleh berapa banyak selfie yang diunggah ke Instagram. Ia ditentukan oleh sejauh mana hati kita bertransformasi setelah kembali dari tanah suci. Untuk itu, saat jamaah menginjakkan kakinya di Masjidil Haram dan Ketika kaki mulai melangkah masuk ke Masjid Nabawi, biarkan jiwanya leluasa untuk berbicara dengan Sang Pencipta (Allah SWT).

Haji 2026 mengajarkan kepada kita untuk menjadi hamba yang merendah, hamba yang merenung, dan hamba yang fokus pada satu tujuan, yakni mendapatkan ridho dari Allah SWT. Semoga seluruh jamaah haji 2026 diberikan kemudahan, kesehatan, dan kekhusyukan dalam menunaikan ibadah di tanah suci. (Makruf S Marmah)

Sabtu, 02 Mei 2026

Hardiknas 2026: Menanam Benih Karakter, Memanen Generasi Berkualitas

Hari ini, kita kembali diingatkan pada sosok Ki Hajar Dewantara, Bapak Pendidikan Indonesia yang filosofinya, “Ing ngarso sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani”, tetap relevan meski zaman sudah serba digital. Peringatan Hardiknas tahun ini terasa spesial karena mengusung tema penting: “Menguatkan Partisipasi Semesta, Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”.

Hardiknas kali ini menegaskan bahwa pendidikan karakter adalah fondasi utama. Karakter itu ibarat akar pohon. Semakin kuat akarnya, semakin kokoh pohonnya, dan semakin lebat buahnya. Karakter (akar) tersebut sering terlupakan di tengah gempuran teknologi, dan serba cepatnya arus informasi. Kadang kita lupa, bahwa anak pintar saja tidak cukup. Bagaimana jadinya, jika anak pintar tapi tidak jujur?, atau anak jenius tapi tak punya empati?

Dengan menanamkan benih karakter seperti: kejujuran, kedisiplinan, toleransi, empati, dan pantang menyerah pada diri anak, kita dapat berharap untuk memanen generasi yang berkualitas, yaitu generasi yang tak hanya jago Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA), tapi juga punya akhlak yang mulia dan berbudaya. Untuk itu partisipasi semesta dari semua entitas (sekolah, keluarga, dan masyarakat) harus nyambung. Sekolah (Guru) tidak lagi sekadar menjadi sumber transfer ilmu, tapi sebagai mentor dan fasilitator yang menginspirasi. Sehingga guru bukan cuma mengajar, namun juga harus menjadi teladan. Rumah (orang tua) adalah madrasah pertama. Melalui keluarga, karakter banyak dibangun dari meja makan, dari kebiasaan cara bicara, dan dari cara menghargai terhadap sesama. Masyarakat (lingkungan) adalah tempat yang aman dan suportif bagi anak untuk berkarya.

Generasi emas yang berkualitas adalah mereka (individu) yang adaptif, berpikir kritis, namun tetap berpijak pada akar budaya lokal. Menanam benih karakter memang tidak bisa instan, butuh komitmen dan kesabaran serta konsistensi. Kita sedang menanam masa depan, bukan sekadar menyiapkan ujian untuk besok pagi. Untuk itu, mari kita jadikan Hardiknas 2026 ini sebagai titik balik untuk bergerak serentak, berkolaborasi semesta, dan menanam benih karakter untuk memanen generasi emas yang berkualitas. Selamat Hari Pendidikan Nasional! Teruslah belajar dan teruslah berkarya! (Makruf S Marmah)


Sebuah Memoar Inspirasi Haji: Panggilan yang Tak Terdengar di Telinga

Panggilan yang Tak Terdengar di Telinga by Abu Firja   Angin kemarau berembus perlahan melewati jendela ruang kerjaku, menerbangkan debu-deb...