Senin, 13 April 2026

Dari PMM ke SINDARA: Ganti Perahu dengan Navigasi Baru, Arah Kompas Tidak Pernah Berubah

 

Dunia pendidikan adalah panggung perubahan yang tak pernah berhenti bergerak. Di tengah rutinitas mengajar, para pendidik kembali dihadapkan pada transisi teknologi baru: peralihan kemudi dari Platform Merdeka Mengajar (PMM) menuju Platform SINDARA (Sistem Informasi dan Integrasi Data Guru Pendidikan Dasar). Wajar jika di sudut-sudut ruang guru terdengar helaan napas panjang atau pertanyaan retoris, "Aplikasi baru lagi?", "Mengapa harus berganti lagi?" Namun, jika kita menyelam lebih dalam, transisi ini sejatinya adalah sebuah upaya untuk memanusiakan kembali proses belajar guru.

Tidak bisa dimungkiri, PMM telah berjasa besar dalam mendemokratisasi akses pelatihan guru di seluruh pelosok negeri. Modul-modulnya menjadi referensi utama implementasi Kurikulum Merdeka. Sayangnya, seiring berjalannya waktu, muncul fenomena "berburu sertifikat" yang tak jarang memicu kelelahan digital. Niat awal untuk mengembangkan diri kadang terdistraksi oleh tumpukan target administratif, sehingga membuat sebagian guru merasa berlari sendirian.

Kehadiran SINDARA bukanlah untuk menghapus jejak kebaikan masa lalu, melainkan hadir sebagai penyempurna. Jika PMM membuat kita terbiasa belajar mandiri secara individu, SINDARA mengajak kita untuk kembali berjalan bergandengan tangan.

Platform baru ini mengembalikan muruah belajar guru ke "rumah" sejatinya, yakni komunitas belajar seperti KKG (Kelompok Kerja Guru), KKKS (Kelompok Kerja Kepala Sekolah), dan KKPS (Kelompok Kerja Pengawas Sekolah). Sistem ini dirancang agar guru tidak lagi berkompetisi mengumpulkan poin sendirian, melainkan berkolaborasi, berdiskusi hangat, dan saling mendukung dalam komunitas. Melalui wadah inilah, guru diajak menyelami isu-isu pendidikan masa depan, seperti Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) hingga kecerdasan buatan, dengan cara yang lebih membumi dan kontekstual.

Tentu saja, setiap sistem baru pasti membawa tantangan tersendiri. Kita harus kembali belajar login, beradaptasi dengan fitur-fitur baru, dan mengaktifkan kembali roda organisasi komunitas. Di sinilah pola pikir bertumbuh (growth mindset) kita sebagai pendidik benar-benar diuji.

Saatnya kita mengubah sudut pandang. Jangan lagi melihat SINDARA sekadar sebagai "kewajiban dari dinas", melainkan sebagai ruang diskusi intelektual yang menyenangkan bersama rekan sejawat. Bagi yang sudah mahir teknologi, rangkullah mereka yang masih kesulitan. Bagi yang merasa tertinggal, jangan ragu meminta bantuan dari guru-guru yang lebih muda.

Pada akhirnya, secanggih apa pun sebuah sistem atau aplikasi, ia hanyalah alat bantu administrasi. Roh sesungguhnya dari pendidikan tidak terletak pada server digital, melainkan pada dedikasi, keikhlasan, dan senyuman seorang guru di dalam ruang kelas.

Ada sebuah pepatah mengatakan, "Guru yang berhenti belajar, sejatinya telah berhenti mengajar." Mari kita jadikan perubahan sistem ini sebagai bukti bahwa kita adalah pembelajar sepanjang hayat.

Mari kita sambut SINDARA dengan tangan terbuka dan semangat kebersamaan. Kita mungkin harus berganti perahu dan mempelajari navigasi yang baru, namun arah kompas kita tidak pernah berubah, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa. Tetap semangat dan teruslah menyala wahai Para Pahlawan Tanpa Tanda Jasa! (Makruf S. Marmah)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Dari PMM ke SINDARA: Ganti Perahu dengan Navigasi Baru, Arah Kompas Tidak Pernah Berubah

  Dunia pendidikan adalah panggung perubahan yang tak pernah berhenti bergerak. Di tengah rutinitas mengajar, para pendidik kembali dihadapk...