Minggu, 10 Juli 2022
DENGAN SILATURAHMI... DUA, TIGA MISI TERLAMPAUI
Sabtu, 25 Juni 2022
Sepenggal Kisah Dari Kelas Media Guru Jogja
![]() |
| (Photo: Dok Pribadi) |
Ibarat kolam, penulis adalah
air dan penerbit adalah ikannya. Untuk menerbitkan sebuah buku dibutuhkan
penulis yang melahirkan karya dan penerbit yang mempublikasikan karyanya. Awal tahun 2017, media guru gencar menularkan virus menulis bagi para guru
lewat program Satu Guru Satu Buku (SAGUSABU).
Berbekal dari mengikuti
kelas menulis media guru Jogja, kami pun berangkat ke Jakarta dengan satu misi
launching buku satu guru satu buku dalam acara “Gebyar Literasi” bersama ratusan guru penulis dari seluruh
Indonesia.
Dengan dukungan kemudahan
komunikasi melalui medsos, kami pun bersepakat untuk berangkat bersama-sama
menuju acara Gebyar Literasi di Jakarta. Jumat, tanggal 19 Mei 2017 pukul 20.00 WIB,
kami dari alumni kelas media guru Jogja yang
berasal dari berbagai daerah sudah siap berkumpul di stasiun Tugu Jogjakarta.
Ada hal menarik dari peserta
Gebyar Literasi yang dihelat pada tangggal 20 dan 21 Mei 2017 di Jakarta tersebut. Mayoritas
peserta gebyar literasi adalah perempuan. Dari kelas media guru Jogja pun, satu-satunya
peserta laki-laki yang kebetulan berangkat bersama-sama hanya saya. Maka oleh
Pak Mohamad Ihsan (CEO Media Guru) saya diparabi (dijuluki) seperti “James Bond” yang dikelilingi wanita-wanita cantik.
Dengan menumpang kereta api
Taksaka, kami pun berangkat dari stasiun Tugu menuju ke stasiun Senin. Pukul
07.00 WIB kami sudah menginjakkan kaki di kantor kemendikbud. Setelah semuanya
mandi, sarapan dan memantaskan diri, bersegeralah kami menuju ke Gedung A
Kemendikbud di mana akan dilangsungkan acara Gebyar Literasi.
Atmosfir di ruangan gedung A
kemendikbud sontak berubah begitu lagu "We are The Champions" berkumandang di ruangan tersebut. Betul-betul menjadi
kenangan yang amat manis bagi setiap penulis yang bukunya dilaunching saat itu.
Ibarat kuliah, itu adalah wisudanya para penulis.
Saat itu banyak penulis yang
bahagianya tak terbendung karena buku yang dinanti sudah ada di genggaman.
Namun, ada pula yang bahagianya harus tertunda karena bukunya belum muncul
juga.
Sore harinya kami diajak mengikuti
acara talk show peluncuran buku di Puri Indah Mall. Setelah acara selesai, kami
pun bergegas menuju mobil pengantar untuk menuju LPMP Jakarta sebagai tempat peristirahatan kami.
Mengawali hari, setelah
sarapan pagi, bus penjemput pun sudah siaga di halaman penginapan untuk
mengantarkan kami ke gedung kemendikbud lagi.
Suasana pagi yang cerah ditambah dengan wajah-wajah sumringah para guru
penulis membuat pemandangan semakin memesona. Apalagi diwarnai dengan ratusan
cover buku ukuran jumbo yang dibawa oleh masing-masing peserta semakin menambah
semaraknya suasana.
Saat ratusan peserta mulai
dengan bangga memamerkan cover bukunya masing-masing, aku hanya bisa diam dan
menyaksikan momen itu dengan suasana hati yang tidak karuan. Rasa bangga, haru,
sedih, kecewa semua bercampur jadi satu. Bangga karena aku bisa berkumpul
dengan guru-guru hebat, sedih dan kecewa sebab tidak dapat mengikuti semua
rundown acara dengan sempurna karena terkendala dengan kondisi fisik yang seharusnya memang butuh istirahat total.
Saya menyadari, ternyata
virus yang ditularkan oleh CEO Media Guru betul-betul bisa mengabaikan rasa
sakitku sehingga mampu mengantarkan aku sampai di acara itu. Betapa tidak,
untuk berjalan sejauh 100 meter saja minimal saya harus dua kali berhenti dengan
menahan rasa sakit yang tak terperi. Akhirnya, aku pun harus pasrah dan
menyerah tidak dapat mengikuti "car free day" menuju monas dengan pertimbangan masalah
kesehatan.
Absen dalam acara "car free
day", otomatis kesempatan untuk bisa memamerkan cover buku kebanggaanku dengan
menyusuri jalan-jalan protokol ibukota menjadi sirna. Namun di balik itu, ternyata Allah SWT memberikan kesempatan
yang sangat berarti bagiku ketika saya tidak bisa ikut larut dalam euforia gebyar
literasi di monas. Saat itu, tanpa ada rencana dan agenda yang tidak kami
ketahui sebelumnya, kami diajak menuju ke ruang perpustakaan kemendikbud untuk
mengikuti sarasehan tentang Gerakan Literasi Sekolah. Dalam forum tersebut,
kami mendapatkan banyak informasi dan pengetahuan serta diberi kesempatan untuk
turut berbagi pengalaman berkaitan dengan dunia literasi.
Gebyar Literasi
pun telah usai. Kami dari alumni kelas Media Guru Jogja berangkat menuju bandara Sukarno Hatta untuk terbang kembali
ke daerah masing-masing sesuai jadwal yang telah ditentukan. Kami pulang dengan
menenteng banyak buku, namun sayang buku yang diharapkan yang merupakan hasil
karya sendiri belum bisa dinikmati dengan berbagai alasan yang menyertai.
Jumat, 24 Juni 2022
PUISI TENTANG PANDEMI COVID-19
Menyangkal Dahulu, Menangkal Kemudian
Karya Abu Firja
Siapa sangka hari ini aku harus berdiam diri
Menunggu rumah yang tiap hari tak pernah berpenghuni
Ditinggal kerja mencari nafkah demi keluarga
Namun sekarang harus di rumah dan tak bisa ke mana-mana
Siapa sangka wabah itu begitu menggila
Sampai dipatenkan jadi pandemi dunia
Korban berjatuhan di seantero negeri
Tanpa menunjukkan gejala yang mudah terdeteksi
Berlagak ahli tahu benar akan perilaku corona
Mereka menyangkal corona tak bakal menghantui negeri
tercinta
Namun apa dikata... corona tetap menghujam semua lini
Dari sabang sampai merauke dilindasnya tiada henti
Semua aparat terpaksa turun tangan
Dari kepala negara hingga kepala desa
Jangan pernah anggap remeh makhluk kecil bernama virus
Kalau kita tak ingin dianggap sebagai bangsa tak tau
diurus
Magelang,
31 Maret 2020
Kamis, 23 Juni 2022
PUISI "Mencintaimu Dalam Diam" taken from "Pelangi Seribu Warna" Penerbit Elmatera
Karya
Abu Firja
Mencintaimu dalam diamSungguh menyakitkan
Memperhatikanmu dalam diam
Hanya itu yang dapat kulakukan
Mencintaimu dalam diam
Rinduku semakin tak tertahankan
Izinkan rinduku selalu bersamamu
Meski kau tak pernah merindukanku
Mencintaimu dalam diam
Rinduku semakin menikam
Merindukanmu tempatku pulang
Dalam larut dan heningnya malam
Izinkan aku mencintaimu dalam diam
Rabu, 22 Juni 2022
TIPS MENGCOPY DAN MERUBAH NAMA SHEET
Pada saat kita bekerja dengan Exel dan kita ingin membuat tabel yang sama persis bentuk dan ukurannya, caranya adalah bukan dengan menyeleksi atau memblok tabel tersebut kemudian di-copy paste ke sheet kosong atau ke bagian bawah tabel yang dicopy. Cara seperti itu akan menghasilkan bentuk dan ukuran tabel yang berbeda, bahkan mungkin data dan angka bisa berubah.
Mengcopy atau menduplikat tabel biasanya dilakukan jika kita menginginkan
bentuk tabelnya sama walau datanya sedikit berbeda. Misalnya saja dalam membuat
laporan keuangan bualanan, mingguan atau harian. Dengan menduplikat sheet atau
lembar kerjanya maka pekerjaan akan lebih cepat, karena yang kita edit hanya
datanya tanpa mengubah bentuk dan ukuran tabel.
A. Cara mengcopy atau menduplikat sheet ke sheet lainnya pada workbook
yang sama adalah sebagai berikut:
>Cara cepat mengcopy sheet
ü Tekan
dan tahan tombol CTRL pada keyboard kemudian drag dengan mouse sheet yang akan
dicopy
>Cara normal mengkopy sheet
v Klik
kanan pada sheet yang akan dicopy
v Pada
kotak dialog yang muncul klik pilih dan klik pada Move or Copy...
v Muncul
lagi jendela dialog Move or Copy
v Beri
tanda ceklis pada kotak kecil di samping kiri Create a copy
v Pada
bagian Before Sheet, silakan pilih mau ditempatkan sebelum sheet yang mana
hasil copy sheet tersebut
v Klik
tombol OK
>Cara Mengcopy Sheet ke File Workbook Baru
v Klik
kanan pada sheet yang akan dicopy
v Pada
kotak dialog yang muncul klik pilih dan klik pada Move or Copy...
v Muncul
lagi jendela dialog Move or Copy
v Beri
tanda ceklis pada kotak kecil di samping kiri Create a copy
v Pada
bagian Move selcted sheets To book: Klik tanda panah ke bawah yang ada di
samping kotak teks area nama file
v Silakan
anda pilih, jika mau dicopy ke file baru, pilih (new book), jika mau di-copy ke
file lain, pilih nama file yang dituju
v Klik
tombol OK
B. Cara Merubah Nama Sheet
Dalam sebuah file workbook Excel terdiri dari banyak
Sheet. Jumlah sheet dalam sebuah workbook bisa mencapai 255 sheet (lembar
kerja), namun jumlah ini sangat tergantung pada memory yang tersedia di komputer
yang kita gunakan. Secara default setiap sheet diberi nama Sheet1, Sheet2,
Sheet3, dan seterusnya.
Pada Excel 2016 dan 2013 jumlah sheet defaultnya yang ditampilkan hanya
satu, dan pada Excel 2010 dan versi sebelumnya jumlah sheet yang ditampilkan
tiga sheet. Cara untuk menambah sheet baru pada workbook dengan cara klik ikon
+ yang ada di sebelah kanan sheet tersebut.
Jika anda memiliki banyak sheet dalam sebuah file
workbook, untuk memudahkan pencarian file data sheet sebaiknya ganti nama sheet
tersebut sesuai dengan isi data yang ada di dalamnya. Misalnya saja nama file
workbooknya Laporan BOS_SDN Beseran_2022, maka nama sheetnya bisa diganti
sesuai dengan kebutuhan, misalnya saja Sheet1 diganti menjadi Januari, Sheet2
menjadi Februari, Sheet3 menjadi Maret dan seterusnya.
Langkah-Langkah Mengganti nama sheet lembar kerja adalah sebagai berikut:
v Klik
kanan pada sheet yang akan diganti namanya
v Pada
kotak dialog yang muncul, klik pada Rename
v Atau
double klik pada sheet yang mau diganti namanya
v Setelah
nama Sheet terblok, ketikan nama sheet yang diinginkan
v Tekan
tombol enter
Selasa, 21 Juni 2022
Puisi "KIDUNG CINTA"
KIDUNG CINTA
Karya Abu Firja *)
Cinta tumbuh kapan saja Tumbuh dan bersemi tak kenal masa
Kadang kemarau tumbuh subur
Kala hujan jatuh tersungkur
Cinta hinggap di mana ia mau
Tak peduli berapa usiamu
Jangan pernah kau menghindar
Apalagi menerimanya tanpa sadar
Cinta itu bak energi listrik
Menyulap yang tidur menjadi bangkit
Jangan abai dengan listrik
Agar tak hadir sebagai pemantik
Cinta itu sangat halus
Tembus sekat di mana air tak dapat lewat
Cinta itu brutal.. kasar
Bahkan tega membunuh di luar nalar
Lembah Sumbing, 06.03.2019
Senin, 20 Juni 2022
OPERATOR SEKOLAH... DATAKU DI PUNDAKMU... !
![]() |
| (Photo: Dok Pribadi) |
Secara teknis, penjaringan data tersebut dimulai dari kepala sekolah dengan mengumpulkan instrumen pendataan terkait sekolah, guru dan siswa,. Kemudian data tersebut diserahkan kepada operator sekolah yang ditugaskan untuk menginput dan mengunggah data ke sistem dapodik. Dengan demikian kelengkapan dan keakuratan data yang dikirim ke pusat melalui sistem dapodik merupakan tanggung jawab kepala sekolah
Data di dapodik menjadi sumber (acuan) dalam pelaksanaan kegiatan dan pengambilan keputusan atau kebijakan dalam dunia pendidikan. Data tersebut sebagai dasar perencanaan dalam pelaksanaan program yang bersifat transaksional dengan daerah maupun langsung dengan sekolah, seperti: penyaluran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), rehab, tunjangan guru, dan bantuan siswa.
Bagi guru yang telah memiliki sertifikat pendidik, tahapan penting sebelum yang bersangkutan dapat mencairkan tunjangan profesinya adalah harus terlebih dulu mengantongi SKTP (Surat Keputusan Tunjangan Profesi) sebagai syarat pencairan tunjangan tesrsebut.. Dan untuk mendapatkan SKTP data yg dikirim ke dapodik harus valid. Jadi kalau ada PTK yang belum/tidak terbit SKTP-nya berarti dapat dipastikan PTK yang bersangkutan belum update data di Aplikasi Pendataan Dapodik, atau ada kesalahan data yang belum sesuai atau tidak lengkap.
Menjadi operator sekolah memiliki peran dan tugas yang sangat strategis karena menyangkut pendataan tingkat sekolah yang bertujuan untuk memperoleh data secara langsung, cepat, akurat, valid, terupdate dan lengkap serta dapat dipertanggungjawabkan karena terkait dengan kelancaran segala jenis tunjangan dan bantuan untuk sekolah.
Operator juga manusia, terkadang ada operator sekolah yang bekerja asal-asalan. Entah karena keterpaksaan atau honor yang tidak sesuai dengan harapan, akhirnya dalam melakukan input data terkesan asal input tanpa mengindahkan validitas. Celakanya lagi, kepala sekolah/PTK yang bersangkutan tak pernah peduli dengan entitas data mereka. (Makruf S Marmah)
Catatan Pendampingan: Revolusi Belajar di Sekolah Binaan
MENGHIDUPKAN MATERI LEWAT SENTUHAN JARI Pagi itu, agenda supervisi membawa langkah saya ke sebuah sekolah dasar di salah satu sekolah bi...
-
“Guru kencing berdiri, murid kencing berlari.” Sebuah peribahasa klasik yang rasanya tak pernah usang dimakan zaman. Ungkapan ini menjadi pe...
-
Cerpen berjudul “Mendung di Pertengahan Maret” telah diterbitkan dalam buku antologi cerpen “Kenangan Putih Abu-Abu” di tahun 2016 Di Tahu...
-
Hari Kamis, tanggal 2 Oktober 2025, Griyo Butuh di kawasan obyek wisata Nepal Van Java menjadi saksi berlangsungnya Focus Group Discussion (...







