Rabu, 30 Agustus 2023

Tata Cara Aturan Penulisan Naskah KTSP/KOSP

 


Perubahan adalah suatu hal keniscayaan, begitu pula dengan perubahan/penyempurnaan kurikulum di satuan pendidikan. Dalam rangka penyempurnaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)/Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP) diperlukan panduan tata cara/aturan penulisan naskah agar menghasilkan sebuah dokumen kurikulum yang layak dan memadai serta mudah dimengerti dan dipahami.

Berikut ini adalah tata cara aturan penulisan naskah kurikulum:


A. Ukuran kertas dan margin

Kertas yang digunakan untuk pengetikan dokumen 1 KTSP/KOSP adalah HVS warana putih ukuran A4 (70 atau 80 gr)

Batas - batas pengetikan (margin) :

  • Batas atas (top) 4 cm
  • Baats kiri (left) 4 cm
  • Batas bawah (bottom) 3 cm
  • Batas kanan (right) 3 cm

B. Jenis dan ukuran huruf

Jenis huruf yang digunakan dalam pengetikan disarankan times new roman atau arial (pilih satu saja secara konsisten) dengan ukura huruf (font size) untuk : 

  • Judul 16
  • Sub judul 14 
  • Sub - sub judul 12 
  • Teks biasa 12.

C. Spasi paragraf dan baris 

Gunakan spasi antar paragraf (spacing) sebagai berikut :

  • Before 6 pt 
  • After 6 pt
  • Jarak antar baris dalam paragraf (line spacing) 1,5

D. Penomoran halaman

Penomoran halaman dicantumkan di bagian bawah tengah (untuk awal BAB) dan di kanan atas (untuk selain awal BAB). Penomoran halaman judul - daftar isi menggunakan angka romawi kecil (i,ii,iii,iv,dst). Sedangkan nomor halaman untuk bagian isi dimulai dari pendahuluan sampai penutup menggunakan angka arab (1,2,3,dst).

*Taken from several references by Makruf S Marmah

Kamis, 18 Mei 2023

SEPENGGAL CERITA PARA PERANGKAI KATA




Membingkai Perspektif Pendidikan adalah buku antologi esai dan feature yang terbit bertepatan dengan Hari Buku Nasional tanggal 17 Mei 2023. Buku yang ditulis oleh para praktisi pendidikan tersebut mengusung tema pendidikan, yang menyajikan seputar kebijakan dalam dunia pendidikan dan aktivitas penulis sehari-hari berkaitan dengan dunia pendidikan.

Para penulis menawarkan solusi atas permasalahan dalam dunia pendidikan melalui esai. Sedangkan sajian feature dalam buku tersebut, diharapkan dapat menginspirasi dan menggugah jiwa para pembaca. Sepenggal Cerita Para Perangkai Kata adalah salah satu judul feature dalam buku tersebut yang ditulis oleh Abu Firja.

Selamat memperingati Hari Buku Nasional 2023, Mari kita terus mengembangkan minat baca serta mengapresiasi karya para penulis Indonesia yang luar biasa.

Membaca untuk berubah, dengan menulis mengukir sejarah (Abu Frja)

Kamis, 01 Desember 2022

SANTRI BARU, Kebahagiaan itu harus diperjuangkan, karena hidup tidak selalu sejalan dengan apa yang kita inginkan

 

(Photo: Dokumen Pribadi)

        Masih terngiang dengan jelas, betapa beratnya saat pertama melepas jagoanku (Si Sulung) untuk menuntut ilmu di pondok pesantren. Sempat pula pindah dari pondok satu ke pondok yang lain dengan alasan tidak krasan (kurang nyaman). Waktu itu kami sempat mengajak Si  Sulung untuk keliling ke beberapa pondok pesantren agar dia dapat menentukan sendiri pilihannya.

 Setelah mantap dengan pilihannya, mulailah jagoanku belajar mandiri untuk  menuntut ilmu di pondok. Setelah empat puluh hari berjalan, tibalah saatnya kami (keluarga) diperbolehkan menengok untuk mengetahui keadaannya sekaligus melepas rasa kangen. Sebagai seorang ayah, kala itu, ketika kami menengok ke pondok untuk pertama kalinya saya tidak bisa berkata-kata. Saya hanya berusaha untuk menyembunyikan mataku yang terus berkaca-kaca agar tak terbaca sama mereka. Lain dengan ibunya (istiku) yang dengan sabar terus mendengarkan keluhan dan aduan Si Sulung hingga dia puas menumpahkan perasaannya. Setelah Si Sulung selesai meluapkan semua yang ada dalam pikirannya, dengan raut wajah penuh kesabaran istriku tersenyum sambil berkata perlahan “kebahagiaan itu harus diperjuangkan, dan semua itu pasti ada resikonya termasuk ketidaknyamanan”

Beruntung saya punya pendamping hidup yang paham akan tugas orangtua untuk membahagiakan anak bukan hanya di dunia, tapi juga nanti di akhirat. Tugas orang tua adalah menguatkan, bukan malah mengiyakan keluhan dan aduan dari anaknya, apalagi mengkomplain yang tidak pada tempatnya. Biarkan anak belajar hidup dengan tantangannya serta biarkan mereka belajar menghadapi kenyataan hidupnya.

Sebagai orang tua kita berkewajiban memberikan pengertian kepada anak, bahwa hidup tidak selalu sejalan dengan apa yang kita inginkan. Dengan demikian, secara tidak langsung kita selaku orang tua telah memberikan pelajaran hidup bahwa kebahagiaan itu memang harus diperjuangkan. (Ma’ruf S Marmah)

Rabu, 30 November 2022

Bukti Fisik Dokumen Instrumen Penilaian Kinerja Kepala Sekolah (PKKS)

(Photo: Dokumen Pribadi)

Dokumen instrumen Penilaian Kinerja Kepala Sekolah (PKKS) adalah merupakan bukti otentik dari kualitas kinerja Kepala Sekolah. Dokumen tersebut sebagai bentuk informasi penting tentang kinerja  kepala sekolah dalam melaksanakan tugasnya sebagai manager sekaligus leader di sekolah.


Apakah Penilian Kinerja Kepala Sekolah itu?

Penilaian Kinerja Kepala Sekolah (PKKS) adalah agenda  rutin tahunan di satuan pendidikan yang bertujuan untuk menilai Kinerja Kepala Sekolah. Kepala Sekolah sebagai leader di satuan pendidikan mempunyai tanggung jawab melaksanakan tupoksinya secara terukur, akuntabel dan profesional. Maka secara berkala kepala sekolah dinilai setiap akhir tahun melalui Penilaian KinerjaKepala Sekolah (PKKS).


Siapa yang melakukan Penilaian Kinerja Kepala Sekolah?

Pihak yang berwenang untuk melakukan penilaian terhadap seorang kepala sekolah adalah pengawas sekolah. Pengawas sekolah akan menggali informasi dari pihak-pihak terkait yang meliputi guru, tenaga kependidikan, komite sekolah dan mitra kerja lainnya. Melalui unsur-unsur terkait tersebut, pengawas sekolah selaku penilai akan dapat memperoleh  gambaran dan mengetahui tentang perilaku dan kinerja kepala sekolah yang dinilai.


Bukti fisik (dokumen) otentik Kualitas Kinerja Kepala Sekolah Tahun 2022

Dalam pelaksanaan PKKS, pengawas sekolah akan menyiapkan instrumen Penilaian Kinerja Kepala Sekolah (PKKS) yang memuat indikator bukti fisik otentik kualitas kinerja kepala sekolah. Oleh karena itu, sebagai kepala sekolah sudah seharusnya mempersiapkan diri tentang dokumen yang dibutuhkan/akan dinilai dalam Penilaian Kinerja Kepala Sekolah (PKKS)


Apa saja unsur yang dinilai?

A. Manajerial

  1. Memimpin sekolah atau madrasah dalam rangka untuk pendayagunaan sumber daya sekolah/ madrasah secara optimal.
  2. Mengelola perubahan dan pengembangan sekolah/madrasah  menuju organisasi pembelajar yang efektif.
  3. Menciptakan budaya dan iklim sekolah/madrasah yang kondusif dan inovatif bagi pembelajaran peserta didik
  4. Mengelola guru dan staf dalam rangka pendayagunaan sumber daya manusia (SDM) secara optimal.
  5. Mengelola peserta didik dalam rangka penerimaan siswa atau peserta didik baru, penempatan dan pengembangan kapasitas peserta didik.
  6. Mengelola pengembangan kurikulum dan kegiatan pembelajaran sesuai dengan arah dan tujuan pendidikan nasional.
  7. Mengelola sumber daya sekolah/madrasah  sesuai dengan prinsip pengelolaan yang efektif, efisien dan akuntabel.
  8. Memanfaatkan kemajuan teknologi informasi bagi peningkatan pembelajaran dan manajemen sekolah atau madrasah  

B. Supervisi

  1. Merencanakan suatu program supervisi akademik dalam rangka peningkatan profesionalisme guru.
  2. Melaksanakan supervisi akademik terhadap guru atau pendidik dengan menggunakan pendekatan dan teknik supervisi yang tepat.
  3. Menindaklanjuti hasil supervisi akademik dalam rangka peningkatan profesionalisme pendidik atau guru. 


Dokumen (bukti fisik) apa yang harus disiapkan?

Beberapa Dokumen Otentik (bukti fisik) yang perlu disiapkan adalah sebagai berikut:

  1. RKJM
  2. RKT/RKAS 
  3. 8 SNP
  4. Instrumen evaluasi program / EDS
  5. Visi dan misi sekolah
  6. Dokumen yang memuat strategi pembelajaran
  7. Dokumen rencana evaluasi
  8. Program pengembangan sekolah
  9. Dokumen tindakan kepala sekolah sebagai contoh bagi guru
  10. Dokumen peningkatan KKM/KKTP
  11. Target hasil ulangan
  12. Hasil UN dan target keunggulan non akademik peserta didik
  13. Data kunjungan perpustakaan, peminjaman buku 
  14. Dokumen penyelenggaran kegiatan kompetisi 
  15. Dokumen pembinaan guru
  16. Data dukungan kepala sekolah dalam pembinaan guru
  17. Notulen rapat
  18. Dokumen pendampingan keprofesionalan guru secara berkelanjutan
  19. Dokumen PPDB
  20. Dokumen program pengembangan kurikulum
  21. Dokumen IHT
  22. Dokumen Workshop
  23. KKG/ MGMP
  24. Dokumen KTSP/KOSP
  25. Silabus, RPP/Modul Ajar
  26. Modul Perencanaan P-5
  27. Kalender pendidikan tingkat sekolah
  28. Surat keputusan pembagian tugas mengajar
  29. Peraturan akademik
  30. Jadwal pelajaran dalam rangka memenuhi standar isi, proses, penilaian, SKL
  31.  Pengembangan karakter
  32. Evaluasi keterlaksanaan dan ketercapaian target penerapan KTSP/KOSP
  33. Bukti pelaksanaan kerja sama guru pada tingkat satuan pendidikan,
  34. Bukti kerjasama antar satuan pendidikan
  35.  Bukti penggunaan metode hasil pelatihan paling akhir
  36. Data kegiatan kolaborasi dan kompetisi peserta didik tingkat sekolah
  37. Dokumen administasi dan pengelolaan surat masuk, surat keluar, pengagendaan, ekspedisi, serta kearsipan 
  38. Dokumen administrasi sarana prasana
  39. Dokumen administrasi kepegawaian: data pegawai, data kehadiran, pembinaan, PAK, usulan naik pangkat, data kenaikan gaji, data cuti
  40. Dokumen data PKG dan DP3/SKP, pembinaan dan pengembangan
  41. Dokumen administrasi keuangan
  42.  Dokumen administrasi yang lengkap, meliputi klaper, buku induk siswa atau peserta didik, absen peserta didik, buku mutasi, leger, rapot, data nilai UN/UAS, dan data pribadi peserta didik yang terbarukan secara berkelanjutan.
  43. Dokumen tentang data perpustakaan meliputi: penugasan pengelola, tata tertib perpustakaan, koleksi buku pelajaran, referensi, laporan pengadan buku, pencatatan dan pengkodean buku, data sirkulasi, data kehadiran pengunjung, dan laporan tahunan
  44. Dokumen tata tertib penggunaan laboratorium,
  45. Dokumen rumusan masalah: Kepala Sekolah  memeroleh dari proses pemantauan perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran.
  46. Dokumen  rumusan tujuan supervisi yang dilengkapi dengan target pencapaian yang terukur.
  47. Instrumen target indikator pecapaian tujuan sekolah, sesuai atau relevan dengan target pemenuhan isi, proses, dan penilaian, serta SKL sekolah dan SKL mata pelajaran.
  48. Data hasil pertemuan awal, meliputi; masalah, tujuan, fokus utama supervisi, dan instrumen yang disepakati
  49. Catatan hasil observasi pembelajaran
  50. Catatan pelaksanaan kegiatan
  51. Data tindak lanjut pelaksanaan supervisi penilaian
  52. Bukti analisis butir soal
  53. Kegiatan remedial dan pengayaan.
  54. Dokumen lainnya sesuai dengan indikator penilaian kinerja kepala sekolah.

Demikian Informasi penting terkait dokumen yang harus disiapkan dalam rangka pelaksanaan Penilaian Kinerja Kepala Sekolah (PKKS) Tahun 2022. Semoga bermanfaat (Ma’ruf S. Marmah)

Kamis, 21 Juli 2022

PERANGKAT ADMINISTRASI IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA JENJANG SD

 



Dalam rangka implementasi Kurikulum Merdeka, berikut ini kami posting beberapa link yang dapat diakses oleh Bapak/Ibu guru guna mempermudah menyiapkan perangkat pembelajaran yang dibutuhkan. 

1. Perangkat Administrasi Kurikulum Merdeka

https://s.id/IKM_SD


2. Prota dan Prosem Kurikulum Merdeka

https://s.id/ProtaProsem_IKM


3. Jadwal Pelajaran Kurikulum Merdeka

https://s.id/Jadwal_IKMSD


4. Capaian Pembelajaran (CP) Kurikulum Merdeka (K.13> KI, KD)

https://bit.ly/CP_Rev2022


5. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka (K.13>Silabus)

https://s.id/ATPIKM_SD


6. Modul Ajar (MA) Kurikulum Merdeka (K.13>RPP)

https://s.id/modulajarIKM_SD


7. Buku Teks Kurikulum Merdeka (K.13>Buku Guru & BukuSiswa)

https://s.id/BUKU_IKM


Selamat beraktifitas, semoga bermanfaat... terima kasih.

Minggu, 10 Juli 2022

DENGAN SILATURAHMI... DUA, TIGA MISI TERLAMPAUI

 
Dalam pelajaran Bahasa Indonesia kita sangat familiar dengan peribahasa yang mengatakan "Sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui" Dalam peribahasa Cina ada juga peribahasa yang padanannya mirip dengan peribahasa tersebut. Dalam Peribahasa Cina disebutkan “一箭双雕 (Yījiànshuāngdiāo)” yang artinya “menembak dua elang dengan satu anak panah” 

Di  momen hari raya qurban 1443 H tahun ini, kami punya satu agenda yang dengan agenda tersebut kami berharap dua misi dapat terlampaui. Agenda tersebut adalah berkunjung (silaturahmi) ke pondok pesantren. Menurut wejangan dari para alim, silaturahmi memiliki banyak hikmah dan manfaat. Manfaat tersebut di antaranya adalah dapat mempererat tali persaudaraan, melapangkan rezeki bahkan sampai dapat memperpanjang usia.

Dengan niat silaturahmi ke pondok pesantren untuk menengok jagoanku yang nomer dua, akhirnya... kami pun berkesempatan untuk berbagi dengan para santri dengan menitipkan hewan qurban ke pondok pesantren tersebut. Sungguh nikmat rasanya bisa berbagi, semoga ini bukan untuk yang terakhir kali.... (Makruf S Marmah)
 

Sabtu, 25 Juni 2022

Sepenggal Kisah Dari Kelas Media Guru Jogja

 

(Photo: Dok Pribadi)

IMPIAN "JAMES BOND" MENERBITKAN BUKU

Ibarat kolam, penulis adalah air dan penerbit adalah ikannya. Untuk menerbitkan sebuah buku dibutuhkan penulis yang melahirkan karya dan penerbit yang mempublikasikan karyanya. Awal tahun 2017, media guru gencar menularkan virus menulis bagi para guru lewat program Satu Guru Satu Buku (SAGUSABU).

Berbekal dari mengikuti kelas menulis media guru Jogja, kami pun berangkat ke Jakarta dengan satu misi launching buku satu guru satu buku dalam acara “Gebyar Literasi” bersama  ratusan guru penulis dari seluruh Indonesia.    

Dengan dukungan kemudahan komunikasi melalui medsos, kami pun bersepakat untuk berangkat bersama-sama menuju acara Gebyar Literasi di Jakarta. Jumat, tanggal 19 Mei 2017 pukul 20.00 WIB, kami dari alumni kelas media guru Jogja  yang berasal dari berbagai daerah sudah siap berkumpul di stasiun Tugu Jogjakarta.

Ada hal menarik dari peserta Gebyar Literasi yang dihelat pada tangggal 20 dan 21 Mei 2017 di Jakarta tersebut. Mayoritas peserta gebyar literasi adalah perempuan. Dari kelas media guru Jogja pun, satu-satunya peserta laki-laki yang kebetulan berangkat bersama-sama hanya saya. Maka oleh Pak Mohamad Ihsan (CEO Media Guru) saya diparabi (dijuluki) seperti “James Bond” yang dikelilingi wanita-wanita cantik.

Dengan menumpang kereta api Taksaka, kami pun berangkat dari stasiun Tugu menuju ke stasiun Senin. Pukul 07.00 WIB kami sudah menginjakkan kaki di kantor kemendikbud. Setelah semuanya mandi, sarapan dan memantaskan diri, bersegeralah kami menuju ke Gedung A Kemendikbud di mana akan dilangsungkan acara Gebyar Literasi.

Atmosfir di ruangan gedung A kemendikbud sontak berubah  begitu lagu "We are The Champions" berkumandang di ruangan tersebut. Betul-betul menjadi kenangan yang amat manis bagi setiap penulis yang bukunya dilaunching saat itu. Ibarat kuliah, itu adalah wisudanya para penulis.

Saat itu banyak penulis yang bahagianya tak terbendung karena buku yang dinanti sudah ada di genggaman. Namun, ada pula yang bahagianya harus tertunda karena bukunya belum muncul juga.

Sore harinya kami diajak mengikuti acara talk show peluncuran buku di Puri Indah Mall. Setelah acara selesai, kami pun bergegas menuju mobil pengantar untuk menuju LPMP  Jakarta sebagai tempat peristirahatan kami.

Mengawali hari, setelah sarapan pagi, bus penjemput pun sudah siaga di halaman penginapan untuk mengantarkan kami ke gedung kemendikbud lagi.  Suasana pagi yang cerah ditambah dengan wajah-wajah sumringah para guru penulis membuat pemandangan semakin memesona. Apalagi diwarnai dengan ratusan cover buku ukuran jumbo yang dibawa oleh masing-masing peserta semakin menambah semaraknya suasana.

Saat ratusan peserta mulai dengan bangga memamerkan cover bukunya masing-masing, aku hanya bisa diam dan menyaksikan momen itu dengan suasana hati yang tidak karuan. Rasa bangga, haru, sedih, kecewa semua bercampur jadi satu. Bangga karena aku bisa berkumpul dengan guru-guru hebat, sedih dan kecewa sebab tidak dapat mengikuti semua rundown acara dengan sempurna karena terkendala dengan kondisi fisik yang seharusnya memang butuh istirahat total.

Saya menyadari, ternyata virus yang ditularkan oleh CEO Media Guru betul-betul bisa mengabaikan rasa sakitku sehingga mampu mengantarkan aku sampai di acara itu. Betapa tidak, untuk berjalan sejauh 100 meter saja minimal saya harus dua kali berhenti dengan menahan rasa sakit yang tak terperi. Akhirnya, aku pun harus pasrah dan menyerah tidak dapat mengikuti "car free day" menuju monas dengan pertimbangan masalah kesehatan.

Absen dalam acara "car free day", otomatis kesempatan untuk bisa memamerkan cover buku kebanggaanku dengan menyusuri jalan-jalan protokol ibukota menjadi sirna. Namun di balik  itu, ternyata Allah SWT memberikan kesempatan yang sangat berarti bagiku ketika saya tidak bisa ikut larut dalam euforia gebyar literasi di monas. Saat itu, tanpa ada rencana dan agenda yang tidak kami ketahui sebelumnya, kami diajak menuju ke ruang perpustakaan kemendikbud untuk mengikuti sarasehan tentang Gerakan Literasi Sekolah. Dalam forum tersebut, kami mendapatkan banyak informasi dan pengetahuan serta diberi kesempatan untuk turut berbagi pengalaman berkaitan dengan dunia literasi.

  Gebyar Literasi pun telah usai. Kami dari alumni kelas Media Guru Jogja berangkat menuju  bandara Sukarno Hatta untuk terbang kembali ke daerah masing-masing sesuai jadwal yang telah ditentukan. Kami pulang dengan menenteng banyak buku, namun sayang buku yang diharapkan yang merupakan hasil karya sendiri belum bisa dinikmati dengan berbagai alasan yang menyertai.

Selama perjalanan pulang dalam pesawat, kami pun telah bersepakat bahwa buku hasil karya alumni kelas Media Guru Jogja akan terus kita kawal sesuai dengan komitmen awal. Semoga impian untuk menerbitkan buku sendiri bukan hanya sekedar ilusi. Salam literasi ! (Makruf S Marmah)

Sebuah Memoar Inspirasi Haji: Panggilan yang Tak Terdengar di Telinga

Panggilan yang Tak Terdengar di Telinga by Abu Firja   Angin kemarau berembus perlahan melewati jendela ruang kerjaku, menerbangkan debu-deb...