Rabu, 04 Oktober 2023

ANBK dan MUTU SATUAN PENDIDIKAN KITA

 ANBK (Asesmen Nasional Berbasis Komputer) adalah program evaluasi yang diselenggarakan oleh Kemdikbud untuk meningkatkan mutu pendidikan dengan memotret input, proses, dan output pembelajaran di seluruh satuan pendidikan

ANBK dilaksanakan dengan tiga instrumen, yaitu Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar

.
 Survei lingkungan belajar akan memotret mutu satuan pendidikan secara utuh mulai dari input dan proses belajar-mengajar di dalam kelas maupun di tingkat satuan pendidikan

.
 ANBK bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia dengan memetakan kualitas satuan pendidikan

.
Kualitas satuan pendidikan dapat dilihat dari beberapa aspek, antara lain

:
  • Kepemimpinan kepala sekolah
  • Kepemimpinan instruksional
  • Iklim keamanan di sekolah
  • Iklim kebinekaan di sekolah
  • Dukungan atas kesetaraan gender
  • Iklim inklusivitas
  • Kualitas guru
  • Kualitas pembelajaran
  • Kualitas sarana dan prasarana
Dalam aspek kepemimpinan kepala sekolah, kepala sekolah harus mampu memimpin satuan pendidikan dengan baik, seperti menyusun visi, misi, program, dan kebijakan yang mendukung guru dalam meningkatkan mutu pembelajaran

.
 Sedangkan dalam aspek kepemimpinan instruksional, kepala sekolah harus mampu memimpin guru dalam mengembangkan pembelajaran yang inovatif dan efektif

.
Aspek iklim keamanan di sekolah juga sangat penting untuk diperhatikan. Satuan pendidikan harus memberikan perlindungan dan rasa aman bagi seluruh warga sekolah, baik secara fisik maupun psikologis

.
 Aspek iklim kebinekaan di sekolah juga harus diperhatikan, di mana satuan pendidikan harus menghargai keragaman agama, sosial, budaya, dukungan kesetaraan hak sipil, dan komitmen kebangsaan

.
Dalam aspek dukungan atas kesetaraan gender, lingkungan di satuan pendidikan harus bisa berperilaku adil dan memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh warga sekolah, baik laki-laki maupun perempuan, dalam menjalankan peran di lingkungan satuan pendidikan

.
 Aspek iklim inklusivitas juga harus diperhatikan, di mana satuan pendidikan harus mampu mengedukasi pengetahuan, menerima, dan juga mendukung para peserta didik yang memiliki kebutuhan khusus, serta murid cerdas istimewa ataupun bakat

.
Kualitas guru juga menjadi faktor penting dalam menentukan kualitas satuan pendidikan. Guru harus memiliki kompetensi yang memadai dan mampu mengembangkan pembelajaran yang inovatif dan efektif

.
 Kualitas pembelajaran juga harus diperhatikan, di mana pembelajaran yang dilakukan harus sesuai dengan standar kompetensi yang ditetapkan dan mampu mengembangkan potensi peserta didik

.
Terakhir, kualitas sarana dan prasarana juga menjadi faktor penting dalam menentukan kualitas satuan pendidikan. Sarana dan prasarana yang memadai akan memudahkan proses pembelajaran dan meningkatkan kenyamanan peserta didik dalam belajar. (Makruf S Marmah)

Kamis, 28 September 2023

Chat GPT, Inovasi Tanpa Batas yang Mengancam Kreativitas

Kecerdasan Buatan atau Artificial intelligence (AI) telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir, dan salah satu inovasi terbarunya adalah Chat GPT (Generative Pre-trained Transformer). Alat AI ini dirancang untuk membantu dalam menulis berita dan konten media sosial. Meskipun Chat GPT mungkin tampak seperti alat yang berguna bagi pembuat konten, namun kehadirannya juga menuai kritik tajam karena potensinya yang akan menghambat dan menggerus kreativitas. Berikut beberapa alasan mengapa Chat GPT dapat menjadi ancaman terhadap kreativitas.
 
Pertama, Kurangnya orisinalitas: Chat GPT dirancang untuk menghasilkan konten berdasarkan data yang ada, yang berarti mungkin kurang orisinalitas. Hal ini dapat menyebabkan homogenisasi konten, di mana semua artikel dan postingan media sosial mulai terdengar sama.
 
Kedua, Ketergantungan pada AI: Saat Chat GPT semakin banyak digunakan, pembuat konten akan senantiasa bergantung padanya. Hal ini dapat menyebabkan mereka tidak dapat menulis tanpa bantuan AI, sehingga dapat membatasi kreativitasnya.
 
Ketiga, Hilangnya sentuhan manusia: Chat GPT adalah alat kecerdasan buatan (AI), sehingga alat ini tidak memiliki sentuhan manusia, yang penting bisa untuk membuat konten yang menarik. Meskipun dapat menghasilkan konten dengan cepat dan efisien, namun diyakini alat tersebut tidak mungkin dapat menangkap nuansa dan emosi yang membuat konten tersebut benar-benar menarik.
 
Kesimpulannya, meskipun Chat GPT merupakan alat yang berguna bagi para pembuat konten, penting untuk menyadari potensi keterbatasannya. Seiring dengan kemajuan kecerdasan buatan (AI), penting bagi kita semua untuk menemukan cara guna menyeimbangkan manfaat teknologi dengan kebutuhan akan kreativitas dan orisinalitas dalam pembuatan konten. (Makruf S Marmah)

Rabu, 30 Agustus 2023

Tata Cara Aturan Penulisan Naskah KTSP/KOSP

 


Perubahan adalah suatu hal keniscayaan, begitu pula dengan perubahan/penyempurnaan kurikulum di satuan pendidikan. Dalam rangka penyempurnaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)/Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP) diperlukan panduan tata cara/aturan penulisan naskah agar menghasilkan sebuah dokumen kurikulum yang layak dan memadai serta mudah dimengerti dan dipahami.

Berikut ini adalah tata cara aturan penulisan naskah kurikulum:


A. Ukuran kertas dan margin

Kertas yang digunakan untuk pengetikan dokumen 1 KTSP/KOSP adalah HVS warana putih ukuran A4 (70 atau 80 gr)

Batas - batas pengetikan (margin) :

  • Batas atas (top) 4 cm
  • Baats kiri (left) 4 cm
  • Batas bawah (bottom) 3 cm
  • Batas kanan (right) 3 cm

B. Jenis dan ukuran huruf

Jenis huruf yang digunakan dalam pengetikan disarankan times new roman atau arial (pilih satu saja secara konsisten) dengan ukura huruf (font size) untuk : 

  • Judul 16
  • Sub judul 14 
  • Sub - sub judul 12 
  • Teks biasa 12.

C. Spasi paragraf dan baris 

Gunakan spasi antar paragraf (spacing) sebagai berikut :

  • Before 6 pt 
  • After 6 pt
  • Jarak antar baris dalam paragraf (line spacing) 1,5

D. Penomoran halaman

Penomoran halaman dicantumkan di bagian bawah tengah (untuk awal BAB) dan di kanan atas (untuk selain awal BAB). Penomoran halaman judul - daftar isi menggunakan angka romawi kecil (i,ii,iii,iv,dst). Sedangkan nomor halaman untuk bagian isi dimulai dari pendahuluan sampai penutup menggunakan angka arab (1,2,3,dst).

*Taken from several references by Makruf S Marmah

Catatan Pendampingan: Revolusi Belajar di Sekolah Binaan

  MENGHIDUPKAN MATERI LEWAT SENTUHAN JARI Pagi itu, agenda supervisi membawa langkah saya ke sebuah sekolah dasar di salah satu sekolah bi...