Kamis, 16 Juni 2022

BUKTI FISIK (36 BUTIR) DOKUMEN AKREDITASI SEKOLAH

(Photo: Dok Pribadi)

Akreditasi Sekolah merupakan evaluasi secara berkala untuk menetapkan kelayakan dari satuan pendidikan/sekolah dengan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan.

Mulai tahun 2020 terdapat perubahan sistem dalam pelaksanaan akreditasi, yang semula berbasis kepatuhan administrasi menjadi berbasis kinerja. Terdapat  empat komponen utama yang menjadi sasaran penilaian dalam akreditasi sekolah yaitu:
  1. Mutu Lulusan
  2. Proses Pembelajaran
  3. Mutu Guru
  4. Manajemen Sekolah 
Berikut ini contoh-contoh file dokumen bukti fisik yang harus disiapkan dalam rangka memenuhi tagihan dalam pelaksanaan akreditasi sekolah. Semoga bermanfaat dan dapat memberikan gambaran yang jelas dalam rangka menghadapi visitasi yang muaranya akan berdampak pada peningkatan mutu sekolah.

Bukti Fisik Akreditasi Mutu Lulusan

I. MUTU LULUSAN

DOKUMEN UNGGAH

DOKUMEN DIMINTA SAAT VISITASI

CONTOH PDF

FORM DOC

1

Disiplin

Tata Tertib

 

 

1.  Buku Piket

2.  Catatan guru

3.  Jurnal kelas tercantum data kehadiran siswa

DOWNLOAD

Tata Tertib
Buku Piket
Catatan guru
Jurnal kelas

2

 

Relegius

 

Laporan pembiasaan mencakup jadwal, kegiatan dan laporan kegiatan

Catatan guru

 

 

 

DOWNLOAD

 

Laporan

Catatan guru

 

 

3

Kerja keras, Tangguh, Tanggung jawab

 

 

 

 

 

1.  Portofolio/tugas lengapp dengan nilai siswa

2.  Laporan pelaksanaan ekstra kulikuler

DOWNLOAD

Portofolio

Lap. ekstrakul

4

Perundungan

 

 

1. Catatan Guru

2. Laporan pencegahan perundungan

3.  Media afirmasi ,poster/banner dll

DOWNLOAD

Catatan Guru

 

 

 

 

5

Keterampilan Berkomunikasi

               

1. Laporan hasil karya dan prestasi lisan

2. Laporan hasil karya dan prestasi tertulis

portofolio tugas melalui media daring/luring serta nilai siswa

DOWNLOAD

portofolio

 

6

Keterampilan berkolaborasi

1. Laporan kegiatan partisipasi kolaborasi dalam kegiatan ekstrakurikuler

2. Laporan kegiatan partisipasi kolaborasi siswa dalam kegiatan OSIS

3. Laporan kegiatan bersama di luar sekolah/madrasah yang mencakup jumlah dan jenis kegiatan serta data keterlibatan siswa.

Catatan penilaian sikap kolaborasi/kerja sama.

 

 

 

 

 

 

 

 

DOWNLOAD

 

 

pen. sikap

 

 

 

 

 

 

 

 

7

Keterampilan berpikir kritis

Hasil karya dan prestasi siswa yang menunjukkan keterampilan berpikir kritis

Portofolio/tugas lengapp dengan nilai siswa

DOWNLOAD

Portofolio

8

Keterampilan kreativitas dan inovasi

1.                   Laporan pelaksanaan  kegiatan

2.                  Bukti keikutsertaan 

 

DOWNLOAD

DOWNLOAD

9

Pengembangan minat dan bakat.

Laporan daring/luring tentang partisipasi siswa dalam kegiatan lomba yang terkait dengan pengembangan minat dan bakat, serta tautan media social

Ø Bukti keikut sertaan

Ø  Laporan prestasi

 

 

 

 

 

 

 

 

DOWNLOAD

 

DOWNLOAD

10

 Peningkatan prestasi belajar

Data Nilai ujian sekolah 3 tahun terakhir

Leger nilai kelas 3 tahun terakhir

DOWNLOAD

DOWNLOAD

11

 Kepuas terhadap mutu lulusan

Laporan hasil tracer study

DOWNLOAD

DOWNLOAD

 Bukti Fisik Akreditasi Proses Pembelajaran

II. PROSES PEMBELAJARAN

DOKUMEN UPLOAD

DOKUMEN DIMINTA SAAT VISITASI

CONTOH PDF

FORM DOC

12

Pembelajaran berlangsung secara aktif

Telaah RPP dilakukan ketika asesor melakukan observasi

Lembar Praktikum/Lembar Praktik/Lembar Kerja Siswa

DOWNLOAD

RPP

13

Penilaian proses dan hasil belajar 

1.    RPP

2.    Kisi-kisi soal dan instrumen penilaian (formatif dan sumatif)

Hasil penilaian (formatif dan sumatif)

DOWNLOAD

RPP
Kisi&Soal

14

Program remedial dan/atau pengayaan

1.    Catatan/Daftar Penilaian dan Hasil Analisis Pencapaian Kompetensi

2.    Dokumen Program Pelaksanaan Remedial/ Pengayaan

 

DOWNLOAD

Analisis
Remedial

15

Siswa berpartisipasi aktif dalam belajar

 

 

DOWNLOAD

DOWNLOAD

16

Guru melakukan pembiasaan literasi membaca dan menulis.

 

1. Dokumen program sekolah/madrasah yang terkait dengan pelaksanaan literasi membaca dan menulis.

2. Dokumen publikasi dan lomba karya Literasi siswa

DOWNLOAD

Prog. GLS

Publikasi

17

Suasana belajar yang memperhatikan keamanan, kenyamanan, kebersihan, dan memudahkan 

 

 

DOWNLOAD

DOWNLOAD

18

Pemanfaatan Sarana dan prasarana yang tersedia di sekolah dalam belajar

1.    RPP Cermati tentang penggunaan sarana dan prasarana sebagai media dan sumber belajar

2.    Daftar Inventaris Media/Sumber belajar

 

DOWNLOAD

 RPP 

 Buki Fisik Akreditasi Mutu Guru

III. MUTU GURU

DOKUMEN UPLOAD

CONTOH PDF

FORM DOC

19

Pembelajaran aktif, kreatif, dan inovatif dengan mengoptimalkan lingkungan dan memanfaatkan TIK

RPP Cermati tentang penggunaan sarana dan prasarana sebagai media dan sumber belajar

 

DOWNLOAD

 RPP 

20

Evaluasi diri, refleksi

Laporan kegiatan guru dalam evaluasi dan refleksi diri berdasarkan hasil penilaian siswa, teman sejawat, kepala sekolah/madrasah, dan hasil rekaman audio/video/CCTV

Ø  Laporan evaluasi dan refleksi diri (sampel laporan evaluasi diri dari 3 orang guru dengan mapel berbeda)

Ø  aporan umpan balik dari siswa

Ø  Laporan umpan balik dari teman sejawa

Ø  Dokumen kegiatan diseminasi hasil evaluasi dan refleksi guru kepada teman sejawat yang difasilitasi oleh sekolah (seperti: daftar hadir, notulen, foto, atau video)

DOWNLOAD

DOWNLOAD

21

Pengembangan profesi berkelanjutan

Ø  Laporan kegiatan pengembangan profesi guru: undangan, surat tugas, daftar hadir, materi paparan, foto kegiatan, laporan kegiatan.

Ø  Dokumen kegiatan diseminasi hasil pengembangan profesi guru: makalah, video, buku, karya ilmiah, jurnal, paparan (PPT), artikel, panduan.

DOWNLOAD

DOWNLOAD

22

Mengembangkan strategi, model, metode, teknik, dan media pembelajaran

RPP

DOWNLOAD

 RPP 

 Bukti Fisik Akreditasi Manajemen Sekolah

IV. MANAJEMEN SEKOLAH

DOKUMEN UPLOAD

CONTOH PDF

FORM DOC

23.

Visi misi tujuan sekolah

1.        Dokumen rapat penyusunan RKS/RKAS/RAPBS/ Pengembangan sekolah/madrasah

2.         Rencana Kerja Sekolah/Madrasah (RKS/M) 2 (dua) periode

3.        Dokumen sosialisasi visi dan misi

4.        Laporan kegiatan pelaksanaan program

5.        Dokumen hasil evaluasi tahunan pencapaian visi, misi, tujuan, dan rencana sekolah

6.        Dokumen rekomendasi dari hasil evaluasi (notulen rapat)

7.         Dokumen visi misi versi sebelumnya dan versi setelah perbaikan berdasarkan rekomendasi

DOWNLOAD

VISI MISI

RKJM

RKT/RKAS

24

 Supervisi akademik

1.        Program/rencana pelaksanaan supervisi dan SK penugasan supervisor.
Tertuang dalam: RKAS 1 tahun. dan dokumen rencana kerja RKS 4 tahun

2.        Dokumen hasil supervisi 3 (tiga) tahun terakhir

3.        Dokumen dalam bentuk jadwal pelaksanaan supervisi sekurang-kurangnya 3 (tiga) terakhir

DOWNLOAD

supervisi

Ssupervisi-covid 19 

25

Mengembangkan ide-ide kreatif dan inovatif 

1.        Dokumen RKS/RKAS 2 (dua) periode

2.        Dokumen rapat penyusunan RKS/RKAS

3.        Laporan kegiatan pelaksanaan program yang melibatkan warga sekolah dan pemangku kepentingan, bisa berupa: video dan/atau foto

4.        Laporan kegiatan pelaksanaan program kreatif dan inovatif berupa: video dan/atau foto hasil karya guru/siswa, karya ilmiah

DOWNLOAD

RKJM

RKT/RKAS

26

Keharmonisan internal dan eksternal sekolah

Dokumen kerja sama sekolah/madrasah dengan orang tua siswa dengan masyarakat sekitar (dokumen rapat, foto, atau video)

DOWNLOAD

DOWNLOAD

27

Pembiasaan; aman, tertib, bersih, dan nyaman

Dokumen pelaksanaan kegiatan kebersihan sekolah/madrasah, misalnya dokumen pembagian tugas di bidang kebersihan, jadwal kebersihan, dan dokumentasi kegiatan

DOWNLOAD

DOWNLOAD

28

Melibatkan orang tua siswa dan masyarakat

1.        Dokumen rapat penyusunan RKS/RKAS/RAPBS/Pengembangan sekolah/madrasah

2.         Laporan kegiatan penyusunan perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan program sekolah/madrasah

DOWNLOAD

DOWNLOAD

29

Kurikulum secara sistematis, kreatif, inovatif, dan efektif.

1.         Notula raker/pertemuan penyusunan kurikulum sekolah/madrasah

2.        Program/panduan pembelajaran sekolah/madrasah

3.        Dokumen raker/rapat evaluasi yang berisi rekomendasi perbaikan hasil evaluasi

4.        Renstra atau rencana pengembangan kurikulum

5.        Buku leger atau rekapnilai

DOWNLOAD

kurikulum

30

Ppengelolaan guru dan tenaga kependidikan

1.        Panduan atau SOP pelaksanaan tugas guru/tenaga kependidikan

2.        Dokumen penugasan guru/tenaga kependidikan

3.        Dokumen penilaian kinerja guru berupa format penilaian kinerja

4.        Hasil penilaian kinerja guru

5.        Dokumen penilaian kinerja tenaga kependidikan berupa format penilaian kinerja

6.        Hasil penilaian kinerja tenaga kependidikan

7.        Panduan atau SOP pelaksanaan tugas guru/tenaga kependidikan

8.        Bukti penghargaan/sanksi

DOWNLOAD

SOP
PKG

31

Pengelolaan sarana dan prasarana

Panduan/ SOP Pengelolaan sarpras

DOWNLOAD

DOWNLOAD

32

Anggaran pendapatan dan belanja

1.        RAPBS

2.        Dokumen rapat penyusunan RKS/RKAS/RAPBS/Pengembangan Sekolah/ Madrasah

3.        Laporan kegiatan pelaksanaan dan pengawasan program sekolah/ madrasah

4.        Dokumen Audit Pelaksanaan Anggaran/RAPBS

DOWNLOAD

RKJM

RKT/RKAS

33

Pembinaan kegiatan kesiswaan

1.        Dokumen program/kegiatan ekstrakurikuler

2.        Surat tugas pembina dan tim lomba/kompetisi

3.        Bukti prestasi (Piagam dan/atau Piala)

DOWNLOAD

DOWNLOAD

34

 Layanan bimbingan dan konseling siswa

1.        Dokumen program layanan BK dalam bidang: pengembangan pribadi, sosial, akademik, dan pendidikan lanjut/karir

2.        Dokumen laporan layanan BK bidang: pengembangan pribadi, sosial, akademik, dan pendidikan lanjut/karir

DOWNLOAD

DOWNLOAD

35

Penjaminan Mutu Internal Sekolah/  

DOKUMEN DIMINTA SAAT VISITASI

1.        Dokumen evaluasi diri sekolah/madrasah

2.         Dokumen RKA-S/M dan dokumen EDS/M

DOWNLOAD

DOWNLOAD

36

Guru mengembangkan perangkat pembelajaran tematik terpadu

Dokumen RPP tematik terpadu

DOWNLOAD

RPP tematik

 Sumber: mediaeducations.com

Rabu, 15 Juni 2022

CERPEN "Single Parent" Taken From Antologi Cerpen "Bukan Perempuan" Penerbit Elmatera

(Photo: Dok Pribadi)

SINGLE PARENT
Karya Abu Firja

      Predikat single parent biasanya terpatri pada sosok ibu yang mengasuh putra putrinya sendirian tanpa pendamping setelah ditinggal oleh suaminya karena meninggal dunia atau cerai. Namun status single parent bisa juga disandang oleh seorang ibu yang masih resmi mempunyai pasangan hidup.

Itulah yang terjadi pada diriku selama ini. Semua pekerjaan aku kendalikan sendiri tanpa nakoda yang menuntun bahtera rumah tangga kami.

“STOP....!” Itu kata yang sering meluncur dari mulutku ketika aku harus menyudahi cekcok mulut yang acap kali terjadi antara aku dan suami. Tak terhitung kata itu terlontar semenjak kami resmi menjadi pasangan suami isteri. 

“Ya Allah.... berilah kekuatan padaku untuk mengarungi bahtera rumah tangga ini, kalau ini memang jalan yang harus kutempuh, berilah kami kesabaran untuk manjalaninya..... Amin”  Doa itu merupakan menu wajib yang selalu kupanjatkan sehabis sholat fardlu. 

Masih tergambar dengan jelas, saat di mana aku dilamar oleh Pak Mas’ud, yang tidak lain adalah rekan satu pondok yang sama-sama mendarma bhaktikan tenaganya untuk menjadi staf pengajar di salah satu Madrasah Aliyah yang berada di bawah naungan Pondok Pesantren An-Naja. 

Ta’aruf kami sampai ke jenjang pernikahan berlangsung begitu cepat. Hal tersebut semata-mata bukan hanya karena menuruti Sang Kyai yang bertindak selaku mediasi alias mak comblang, namun karena kami memang sudah siap untuk berumah tangga.. Kyai Muna, begitu panggilan akrabnya adalah Pengasuh Pondok Pesantren An-Naja yang telah membukakan jalan bagiku untuk mengarungi bahtera rumah tangga bersama suami. 

Di awal pernikahan sampai lahir anakku yang pertama, bahtera rumah tangga kami lalui tanpa rintangan yang berarti meskipun banyak kerikil-kerikil tajam menghalangi. 

“Ya Allah, terima kasih atas karuniamu.... berilah kedamaian dan keberkahan dalam keluargaku”  Doa itu tak lupa kupanjatkan setiap usai sholat lima waktu. 

“Umi....?” panggil suamiku dari ruang tamu ba’da sholat isak.

“Ya Abi.. Umi di sini”  jawabku sambil membuatkan minuman untuk suamiku. Abi dan Umi adalah sapaan akrab kami berdua semenjak kami resmi menikah. Aku segera menuju ruang tamu sembari membawakan minuman teh panas buat suamiku. 

“Ada apa Abi?” tanyaku sambil  menaruh segelas teh panas di hadapan suamiku.

“Ada hal penting yang perlu Abi bicarakan sama Umi” kata suamiku sembari menggeser secangkir teh panas yang sengaja aku taruh tepat di depan suamiku. 

“Tadi siang Pak Kyai Muna memanggilku” lanjut suamiku sebelum aku sempat menanyakan perihal apa yang akan dibicarakan. 

Suamiku kemudian menceritakan semua permasalahan yang disampaikan Pak Kyai. Intinya suamiku diberi amanah oleh Pak Kyai untuk menjadi kepala sekolah di tempat kami mengajar. Semenjak menikah, kami sudah komitmen untuk mementingkan keluarga. Apalagi setelah dikaruniai seorang anak laki-laki yang sedang butuh perhatian. Mengingat tugas yang diberikan oleh pengasuh pondok itu adalah amanah, maka suamiku menerima tugas tersebut meskipun aku harus rela berhenti mengajar demi menuruti permintaan suami dengan alasan agar aku lebih fokus mengurus keluarga terutama anak yang sedang butuh perhatian. 

Memang, kalau aku mau berkata jujur dengan mengikuti kata hati, aku pasti langsung menolak apa permintaan suami. Namun karena ingin belajar menjadi isteri yang taat pada suami, akupun menuruti apa kemauan suami. 

“Kalau memang itu jalan yang terbaik, saya ikut saja apa kata Abi” begitu jawabku

“Tapi....” lanjutku

“Tapi kenapa Umi?” Potong suamiku  seperti menyelidik.

“Kalau aku harus berhenti mengajar, kapan mau mengamalkan ilmunya?”

“Masih banyak cara untuk mengamalkan ilmu yang Umi dapatkan dari bangku kuliah” kata suamiku sembari menghibur diriku. 

Akhirnya suami pun siap untuk menjalankan amanahnya menjadi kepala madrasah dan aku pun harus ikhlas menuruti kemauan suami untuk berhenti mengajar. 

Mengajar di Madrasah Aliyah swasta yang nota bene berada di bawah naungan pondok pesantren dan berada jauh dari kota bukanlah impian bagi mereka yang ingin mengajar kalau niatnya bukan ibadah. Apalagi tanggung jawab sebagai seorang kepala madrasah tidaklah ringan. 

Belam genap satu tahun mengemban amanah tersebut suami sudah merasakan betapa beratnya tanggung jawab yang harus dia pikul. Apalagi menjelang ujian akhir tahun. Maka aku juga maklum kalau semenjak saat itu waktu suami lebih banyak tersita uuntuk urusan sekolah. Mulai saat itu pula kami berdua sering terlibat cekcok mulut karena hal-hal sepele yang seharusnya tidak perlu terjadi. 

Namun karena hal-hal yang sepele itu juga kalau di antara kami tidak ada yang mau mengalah akan sangat fatal jadinya, Ibarat sepandai-pandai kita mengelola amarah, setan akan lebih lihai menggiring kita untuk lepas kendali, dan itu yang terjadi. 

Aku yang saat itu tengah hamil tujuh bulan suami mengajak aku untuk pulang ke rumah orang tuanya di kampung dengan maksud agar nanti kalau melahirkan ada yang menemani. Memang, satu bulan setelah menikah kami memutuskan untuk belajar hidup mandiri lepas dari orang tua. 

“Maaf Abi, bukan aku tidak mau patuh dan taat pada Abi sebagai suami tapi...” akupun langsung mengutarakan panjang lebar alasan penolakan ajakan suamiku itu. 

“Kalau Umi tidak mau, juga tidak masalah, tapi mulai besok aku mesti pulang ke kampung untuk menemani Ibu, kasihan beliau sudah tua tidak ada yang menemani” kata suamiku dengan nada datar namun lewat raut wajahnya jelas nampak tersirat ketidakpuasan yang sangat dalam. 

Mulai saat itulah suami jarang sekali pulang ke rumah. Kalau pun pulang dari sekolah dia langsung pulang ke rumah orang tuanya yang jaraknya lebih jauh dari rumah kami. Banyak tetangga yang heran dengan sikap kami yang menurut penilaian mereka dibilang kaku. Aku tidak peduli dengan omongan tetangga, yang penting aku berusaha untuk hidap tanpa harus menggantungkan diri pada orang lain. Aku juga belajar untuk memahami apa kemauan suamiku meskipun apa kemauan beliau tidak semuanya bisa aku turuti. 

Dalam kondisi tengah hamil tua dan anakku yang pertama masih balita segala aktifitas aku kerjakan sendiri. Seminggu sekali kadang suamiku datang menjenguk, itu pun hanya sekedar untuk melepas kangen dengan anak. Setelah puas bercengkerama dengan buah hatinya tak lama kemudian suami pun langsung pulang ke rumah orang tuanya dengan alasan kasihan ibunya tidak ada yang menemani.   

Sampailah usia kehamilanku mencapai 9 bulan. Suamiku kembali membujukku untuk mau pulang ke rumah orang tuanya agar nanti aku melahirkan di sana. Sekali lagi dengan alasan yang sama agar tidak merepotkan ibu mertua aku tetap memilih untuk dapat melahirkan di rumah sendiri. Dua kali suamiku gagal membujukku dan semakin tampak dia tidak bisa menyembunyikan kekecewaan yang dia rasakan, kami pun kembali ribut. 

Tibalah saatnya aku melahirkan. Anakku lahir laki-laki dengan selamat dengan dibantu bidan desa. Baru dua hari menghirup udara bebas anakku harus dibawa ke rumah sakit, menurut diagnosa dokter katanya ada kelainan jantung. 

Pada saat ke rumah sakit aku hanya ditemani oleh bidan desa yang menolong persalinanku. Suamiku tidak mengantarkan karena memang kejadiannya mendadak dan saat itu juga suami sedang ada tugas dinas luar dari sekolah. 

“Bagaimana Bu kata dokter?” tanyaku pada Bu Yeti, bidan desa yang baru saja keluar dari ruang dokter dimana anakku sedang dirawat. 

“Tunggu sebentar Bu, sabar ya.....” jawab Bu Yeti sambil menepuk-nepuk pundakku.

“Bapak sudah dikasih kabar belum Bu?” Tanya Bu Yeti

“Sudah Bu, sekarang baru dalam perjalanan ke sini” jawabku sambil berharap segera ada kabar dari dokter tentang kondisi anakku. 

“Bu Yeti, dipersilahkan masuk oleh dokter!” kata seorang perawat sambil menghampirinya. Tidak lama berselang Bu Yeti pun keluar dari ruangan dokter dengan raut wajah yang tidak menentu. Sambil merangkul diriku dia cuma bilang “Sabar ya Bu...” sembari matanya beraca-kaca. 

Aku seakan tak percaya… saat itu juga aku ingin menangis sekeras kerasnya atau bahkan mungkin pingsan seketika. Masih dalam rangkulan Bu Yeti aku mencoba dan berusaha untuk tetap tegar menghadapi semua ini. Saya sadar bahwa sebagai makhluk kita cuma bisa pasrah dan menerima apa yang harus kita jalani. 

Dalam situasi seperti itu justru aku tidak ingin nanti suamiku terpukul dengan keadaan ini. Setelah berusaha untuk tetap tegar dan menenangkan diri aku melangkah menuju ruang di mana anakku berada. 

“Ya Allah, Ya Rabb... kalau ini memang jalan yang terbaik buat aku dan keluargaku, aku ikhlas.....” Beberapa saat aku berdoa dan termenung di samping anakku tanpa kusadari suamiku sudah berada di sampingku. 

Kutatap wajah suamiku, dari kedua bola matanya mengalir deras air mata yang tak dapat dibendung sampai tak bisa mengeluarkan sepatah kata pun. Dalam raut wajahnya terpancar rasa penyesalan yang amat dalam. Aku pun menyadari itu dan aku pun menyesal kalau selam ini belum bisa menjadi isteri yang mampu membahagiakan suami. (Abu Firja)

Selasa, 14 Juni 2022

SARING SEBELUM SHARING, Cara Bijak Menyikapi Hoax

        

(Photo: Dok Pribadi)

Kemajuan teknologi yang semakin canggih, membuat interaksi dan komunikasi  sesama kita semakin intens tanpa dibatasi adanya sekat ruang dan waktu. Hal tersebut memberi peluang terjadinya penyebaran berita hoax di negeri kita tercinta semakin tak terbendung. Terkait dengan maraknya berita hoax, kita tidak boleh tinggal diam dengan membiarkan masyarakat terperangkap dalam pusaran berita hoax tersebut.

Hoax adalah berita bohong yang sengaja disamarkan agar terlihat benar. Berita hoax biasanya berupa pesan berantai (broadcast message) atau artikel serta gambar dan video yang biasanya merupakan hasil manipulasi. Sebagai komoditas yang tersaji setiap hari, penyebaran berita hoax melalui medsos saat ini dianggap sebagai hal yang remeh. Padahal di balik itu semua ada ancaman hukuman pidana penjara enam tahun atau denda maksimal satu milyar rupiah bagi penyebar berita hoax, yang diatur dalam Undang-Undang ITE No.19 Tahun  2016.

Ciri-Ciri Berita Hoax

Hoax beredar lewat internet dengan distribusi melalui email, blog, facebook, twitter dan menjalar ke medsos yang sedang booming saat ini seperti BBM dan WhatsApp.

Isi dari berita hoax pada dasarnya sangat bertentangan dengan logika umum dan ilmu pengetahuan, serta kontradiksi dengan fakta yang sudah umum diketahui. Selain itu, berita hoax juga menggunakan istilah yang terkesan ilmiah dengan memanfaatkan ketidaktahuan/ keawaman para pembaca.

Dari segi bangunan kalimatnya, berita hoax mendorong pembaca agar menyebarluaskan pesan tersebut dengan  sumber berita yang tidak jelas.

Jenis Berita Hoax

Berita hoax biasanya merupakan paduan/campuran dari informasi asli dan palsu yang diolah sedemikian rupa sehingga terasa/nampak sebagai berita yang benar dan akurat. Bagi masyarakat awam, informasi yang ada tersebut akan diterima dan dianggap sebagai informasi asli, sehingga dapat dipastikan bahwa berita hoax tersebut akan langsung dibagikan ke lini masa mereka melalui medsos tanpa melalui proses cek dan ricek. Adapun jenis berita hoax yang biasa tersebar di masyarakat adalah:

  • Iming-iming hadiah  undian, lotere atau promosi
  • Peringatan abal-abal tentang virus berbahaya
  • Pengumpulan donasi bencana atau bantuan orang sakit
  • Peringatan fiktif mengenai suatu produk, perusahaan, kebijakan pemerintah yang membuat ketakutan para pembaca.

            Dampak Berita Hoax

Kemajuan teknologi yang semakin pesat, semakin memudahkan masyarakat untuk mengakses berita-berita dari dunia maya. Ibarat senjata, dunia maya adalah bak pisau bermata dua yang memiliki sisi positif dan negatif. Oleh karena itu masyarakat harus bisa memilah dan memilih.

Maraknya berita hoax yang berkembang akhir-akhir ini, dinilai sebagai permasalahan darurat yang harus segera ditangani. Sentimen hingga upaya fitnah selalu menyertai beredarnya berita hoax. Meskipun menarik dan asyik untuk dibaca, namun berita hoax memiliki ekses (dampak negatif) yang sangat berbahaya bagi suatu kelompok bahkan negara. Ibarat kail, berita hoax`adalah umpan segar yang sengaja dilempar untuk menumbuhkan benih-benih sentimen, permusuhan hingga perpecahan.

 Tips Menyikapi Maraknya Berita Hoax

Untuk melawan beredarnya hoax kita perlu melakukan tindakan nyata yang cermat dan cepat agar berita-berita yang tidak benar tersebut tidak menjadi konsumsi masyarakat. Berikut ini adalah tips agar kita tidak termakan oleh berita hoax. 

Pertama, kroscek berita yang bernada provokatif. Banyak sekali berita yang tersebar di internet bernada provokatif. Berita seperti itu tentu tidak bisa langsung dipercaya, sehingga perlu dilakukan kroscek. Kita bisa melakukan kroscek berita tersebut menggunakan mesin pencari seperti google untuk memastikan apakah berita yang kita terima tersebut ditulis juga oleh sumber berita lain. Pastikan pula sumber yang menuliskannya memang kredibel dan kompeten.

Kedua, kroscek gambar. Langkah ini dilakukan dengan mengecek gambar yang ada dalam berita tersebut. Seringkali pembuat berita palsu juga melakukan manipulasi gambar guna memprovokasi para pembaca. Cara yang bisa kita lakukan adalah dengan mendownload gambar tersebut atau melakukan screenshot. Setelah itu buka google image pada browser lalu seret (drag) foto tersebut ke kolom pencarian google image. Kemudian periksa hasilnya untuk mengetahui secara lebih detil sumber asli photo tersebut.

Ketiga, kroscek penulisnya. Hal ini penting untuk mengetahui siapa penulis berita tersebut. Karena saat ini banyak sekali berita yang dibuat hanya untuk menjadikan berita tersebut viral di media sosial dan penulisnya kebanjiran uang karena situs yang dipasangi iklan tersebut dikunjungi banyak pembaca.

Tips yang keempat adalah gunakan akal sehat. Saat membaca berita, jangan terlalu mudah percaya dan jangan mudah terpancing. Maka dari itu kita jangan ragu untuk mengecek keaslian dan kebenaran sebuah berita yang kita terima melalui dunia maya.

 Saring Sebelum Sharing

 Seiring dengan maraknya kasus berita hoax yang berkembang lewat media sosial, maka para pengguna medsos diharapakan dapat menanggapinya secara cerdas dan bijak. Selain itu, guna menanggulangi beredarnya berita hoax akhir-akhir ini yang kita butuhkan adalah adanya kesadaran dan kewaspadaan bersama. Untuk itu kita harus senantiasa mulai menanamkan budaya saring sebelum sharing guna menyaring isu hoax hingga meminimalisir berbagai bentuk provokasi yang ingin memecah belah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika. (Makruf S Marmah)

Senin, 13 Juni 2022

MEDIA SOSIAL dan PENGEMBANGAN LITERASI

 

Perkembangan teknologi informasi yang berlangsung secara simultan akhir-akhir ini telah mampu merubah perilaku sosial masyarakat di berbagai lini. Budaya berkirim surat melalui kantor pos, kini sudah tergusur dengan hadirnya email. Bahkan mengirim berita penting secara cepat melalui telegram yang dulu menjadi andalan, sekarang sudah tidak ada lagi peminatnya karena sudah tergantikan dengan adanya WA/SMS.

Penggunaan media sosial (medsos) yang berkembang belakangan ini, secara langsung maupun tidak langsung mampu menumbuhkan minat baca dan tulis di kalangan masyarakat, khususnya bagi para penggunanya. Minat baca dan tulis di kalangan pengguna medsos tersebut akan dapat berkembang ke arah yang positif apabila terdapat ruang dan iklim yang mendukung ke arah tersebut.

Di era teknologi informasi seperti sekarang ini, untuk dapat mengembangkan keterampilan literasi, maka kita harus  mau dan mampu untuk menumbuhkan tradisi gemar membaca dan menulis. Membaca di sini tidak terbatas hanya membaca referensi yang berupa teks/wacana saja, namun yang tidak kalah pentingnya kita juga harus mau dan mampu untuk membaca situasi/keadaan, sehingga kita akan mampu untuk mengikuti perkembangan zaman.

 Bagi para pengguna medsos (facebook, twitter, instragram, you tube, tik tok,) dan media sosial lainnya, secara tidak langsung mereka sudah meningkatkan kemampuuan literasinya dalam hal baca tulis.

Selain dapat dijadikan sebagai sarana untuk melatih keterampilan berbahasa, media sosial juga dapat dijadikan sebagai wahana guna miningkatkan kemampuan sastra para penggunanya. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan sering digelarnya lomba atau sayembara menulis puisi, cerpen, dan  novel melalui medsos.

Perkembangan teknologi informasi tak mungkin bisa dipungkiri, maka dalam peemanfaatannya kita harus mampu memilah dan memilih sehingga penggunaan teknologi tersebut dapat berdampak positif dan membawa kemaslahatan bagi sesama. (Ma’ruf S Marmah)

Minggu, 12 Juni 2022

KEBAHAGIAAN ITU (HARUS) DIPERJUANGKAN


(Photo: Dok Pribadi)
Masih terngiang dengan jelas, betapa beratnya saat pertama melepas jagoanku (Si Sulung) untuk menuntut ilmu di pondok pesantren. Sempat pula pindah dari pondok satu ke pondok yang lain dengan alasan tidak krasan (kurang nyaman). Waktu itu kami sempat mengajak Si  Sulung untuk keliling ke beberapa pondok pesantren agar dia dapat menentukan sendiri pilihannya.

Setelah mantap dengan pilihannya, mulailah jagoanku belajar mandiri untuk  menuntut ilmu di pondok pesantren. Setelah empat puluh hari berjalan, tibalah saatnya kami (keluarga) diperbolehkan menjenguk untuk mengetahui keadaannya sekaligus melepas rasa kangen. Sebagai seorang ayah, kala itu... ketika kami menengok ke pondok untuk pertama kalinya, saya tidak bisa berkata-kata. Saya hanya berusaha untuk menyembunyikan mataku yang terus berkaca-kaca agar tak terbaca oleh mereka. Lain halnya dengan ibunya (istriku) yang dengan sabar terus mendengarkan keluhan dan aduan Si Sulung hingga dia puas meluapkan perasaannya. Setelah Si Sulung selesai menumpahkan semua yang ada dalam pikirannya, dengan raut wajah yang penuh kesabaran istriku tersenyum sambil berkata perlahan “kebahagiaan itu harus diperjuangkan, dan semua itu pasti ada resikonya, termasuk ketidaknyamanan”

Beruntung saya punya pendamping hidup yang paham akan tugas orangtua untuk membahagiakan anaknya bukan hanya di dunia, tapi juga nanti di akhirat. Tugas orang tua adalah menguatkan, bukan malah mengiyakan keluhan dan aduan dari anaknya, apalagi mengkomplain yang tidak pada tempatnya. Biarkan anak belajar hidup dengan tantangannya serta biarkan mereka belajar menghadapi kenyataan hidupnya.

Sebagai orang tua kita berkewajiban memberikan pengertian pada anak, bahwa hidup tidak akan pernah selalu sejalan dengan apa yang kita inginkan. Dengan demikian, secara tidak langsung kita selaku orang tua telah memberikan pelajaran hidup bahwa kebahagiaan itu memang harus diperjuangkan. (Ma’ruf S Marmah)

Ratusan Wali Murid hingga Mantan Kepala Sekolah Hadiri Peringatan Maulid Nabi di SDN Sutopati 2

Peringatan Hari Besar Islam Maulid Nabi Muhammad SAW di SDN Sutopati 2 berlangsung dengan meriah sekaligus khidmat pada Senin, 21 September ...